Jaringan Pipa SR di Karawaci Jebol, Proyek dan Kontraktor Dinilai Asal-Asalan

Jaringan Pipa SR di Karawaci Jebol, Proyek dan Kontraktor Dinilai Asal-Asalan
Jaringan Perpipaan Retikulasi dan Sambungan Rumah (SR) Jebol Banjiri Pemukiman Warga. Foto Pelitabanten.com (Ist)

KOTA TANGERANG, Pelitabanten.com – Diduga dikerjakan secara Asal-Asalan, Proyek Pembangunan Jaringan Perpipaan Retikulasi dan Sambungan Rumah (SR) di Kelurahan Sumur Pacing, Kecamatan Karawaci, Jebol (Bocor).

Warga menyoal, Pasalnya proyek itu disebut baru rampung ditahun lalu, akibat bocornya pipa tersebut air membanjiri rumah warga.

Dan diketahui, sebelum jebol proyek jaringan pipa SR kecil tersebut dikerjakan dua kontraktor yakni PT. Dinda Kurnia Kencana Sakti dengan anggaran sebesar Rp.1.171.925.000,- Sementara CV. Buana Bhakti mengerjakan proyek jaringan pipa besar di lokasi yang sama.

Melihat air bersih terbuang cuma-cuma, Warga sekitar berusaha untuk berkoordinasi dengan PDAM Tirta Benteng (TB) Kota Tangerang untuk segera melakukan perbaikan pipa jebol tersebut.

Namun, PDAM tidak merespon peristiwa jebolnya pipa air bersih tersebut.

Pihak PDAM TB beralasan dua proyek tersebut adalah hasil pekerjaan di tahun lalu, dan belum ada serah terima pengawasan dan perbaikan dari kontraktor ke Dinas Perumahan dan Permukiman Kota Tangerang kepada PDAM TB.

Petugas PDAM Terpaksa Perbaiki Pipa Karna Dua Kontraktor Tidak Bertanggung Jawab. Foto Pelitabanten.com (Ist)

Sebagai bentuk keperdulian terhadap keluhan, ditambah warga terus mendesak perusahaan plat merah Pemkot Tangerang ini untuk perbaikan, akhirnya pihak PDAM TB menurunkan petugas perbaikan ke lokasi air bersih yang jebol tersebut.

Atas kejadian tersebut Hilman Santosa Ketua Presidium Poros Tangerang Solid (Poros), akhirnya angkat bicara sebagai bentuk kekecewaan terhadap dua kontraktor PT. Dinda Kurnia Kencana Sakti dan CV. Buana Bhakti.

”Mestinya pemeliharaan perbaikan pipa jebol hingga mengalami kerusakan masih tanggung jawab dua kontraktor tersebut. Tapi fakta di lokasi dua kontraktor tersebut tidak bertanggung jawab,” Ujarnya. Rabu (1/4/2020).

Menurut Hilman, harus ada tanggung jawab jika terjadi kebocoran, Karena kontraktor memiliki anggaran lebih untuk pemeliharaan.

”Dua kontraktor ini udah rampung proyek lepas tanggung jawab. Jadi terkesan kontraktor jangan nyari untung doang dalam proyek jaringan pipa,” tegasnya.

Hilman menjelaskan, di dalam tubuh Pokja Dinas Perumahan dan Permukiman Kota Tangerang diduga pada saat proses seleksi lelang tender di LPSE sudah diatur pemenangnya. Sehingga proses proyek tersebut tidak menghasilkan yang baik sesuai RAB

”Begini kalau kontraktor proyek sudah diatur pemenangnya oleh petugas OPD hasilnya enggak ada yang baik,” Pungkasnya.