Cegah CORONA, Tanaman Obat Diburu Masyarakat Tangerang Untuk Jamu

Cegah CORONA, Tanaman Obat Diburu Masyarakat Tangerang Untuk Jamu
Penjual Tanaman Obat di Pasar Anyar Kota Tangerang. Foto Pelitabanten.com

KOTA TANGERANG, Pelitabanten.comMengkonsumsi tanaman obat seperti jahe, temulawak dan sejenisnya dibuat dalam bentuk minuman jamu menjadi pilihan masyarakat guna cegah terjangkit penyakit corona yang meningkat statusnya menjadi kejadian luar biasa di Kota Tangerang, Banten pada Minggu (15/03).

Dalam pantauan pelitabanten.com, kios Larasati di kawasan pasar anyar, jalan KH. Soleh Ali kota Tangerang yang menjual tanaman obat dan bumbu dapur dipadati pembeli pada Selasa (17/03/2020).

Salahsatu pembeli mengaku dirinya membeli jahe merah, temulawak dan lada hitam untuk dibuat minuman sebagai konsumsi keluarga guna mencegah tertular virus COVID 19 yang kini marak diberitakan.

“Saya sering membuat minuman ini buat keluarga, biasanya jahe sama ketumbar saya buat jamu untuk diminum, kalo sekarang saya campur dengan temulawak dan bahan lain agar meningkatkan daya tahan tubuh,” jelas seorang ibu yang mengaku tinggal di daerah Cikokol kota Tangerang.

Hendrik sang penjaga kios mengungkapkan seminggu belakangan ini dalam satu hari dirinya mampu menjual sampai puluhan kilogram jahe bahkan sampai 1 Kwintal lebih di hari Minggu kemarin.

“Rata-rata orang beli jahe sama temulawak juga jeruk peras untuk dibuat minuman, kebanyakan membeli jenis jahe merah, sampai-sampai di pasar induk kemarin yang tersedia hanya jahe merah berukuran kecil,” terang hendrik.

Walaupun harga jahe meningkat berlipat dari harga biasa, namun masyarakat tetap membelinya karena kebutuhan. Harga jahe biasa yang normalnya dijual 15-20 ribu perkilonya, belakangan meningkat hingga 60 ribu perkilo. Dan harga jahe merah yang cukup memukau, dibandrol dengan harga 100 ribu rupiah perkilo namun tetap laris terjual.

Hendrik mengatakan belakangan harga beli saat belanja di pasar induk memang meningkat, bahkan beberapa waktu lalu tanaman obat jenis jahe tidak tersedia stoknya. Kini hanya disediakan untuk para langganan saja oleh pengepul di pasar induk.

“Saya juga belanjanya sekarang mahal, jahe merah sekarang saya jual 100 ribu perkilo, yah bisalah kurang dikit, rata-rata memang yang membeli orang-orang yang buat konsumsi sendiri di rumah untuk dibuat minuman, ya semenjak rame berita soal virus corona banyak yang beli Jahe dan tanaman obat lain,” ungkapnya.