Kolaborasi Akademisi dan Praktisi, Louncing Lebak Institute Sebagai Wadah Gerakan Milenial

Kolaborasi Akademisi dan Praktisi, Louncing Lebak Institute Sebagai Wadah Gerakan Milenial
Anggun Bagaskoro Malinto style=

LEBAK, Pelita Banten.Com – Dalam rangka peluncuran/ launching road map Lebak Institute, terlihat hadir para tokoh seperti salah satu pimpinan DPRD Kabupaten Lebak yaitu Junaedi Ibnu Jarta, Dr. Harits Hijrah Wicaksana sebagai akademisi dan peneliti, dan hadir juga Ace Sumirsa Ali sebagai tokoh Milenial Kabupaten Lebak. Acara berlangsung di Saung Sabagi, Desa Pasirtanjung, Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, pada Rabu (04/03/2020).

Lebak institut bertujuan sebagai wadah perjuangan para pemuda yang terdiri dari akademisi, politisi, dan para praktisi lainnya yang nantinya akan bergerak dibeberapa bidang, seperti sektor riset dan teknologi, sektor hukum dan advokasi, pendidikan dan penelitian, juga sektor sosial dan budaya. Nantinya akan berkolaborasi untuk mewujudkan cita-cita bangsa yakni mewujudkan masyarakat yang adil, makmur dan sejahtera.

“Upaya meningkatkan peran serta Masyarakat dalam menyikapi permasalahan bangsa, maka perlu adanya sebuah lembaga yang konsen terhadap masalah-masalah sosial”, tutur Junaedi Ibnu Jarta dalam forum tersebut.

Harits Hijrah Wicaksana menambahkan bahwa hadirnya Lebak Institute sebagai kajian sosial akademis yang dapat memberikan kebermanfaatan kepada masyarakat.

“Kedepannya lembaga Lebak Institute akan berbadan hukum Yayasan, dan jauh kedepan saya optimis Lebak Institute akan mendirikan Sebuah Perguruan Tinggi di Wilayah Kabupaten Lebak. Output jangka pendek, Lebak Institute akan melakukan riset sosial politik yang mana hasil kajian akan di formulasikan menjadi sebuah kebijakan yang bermanfaat untuk masyarakat. Hasil dari riset tersebut kita akan buat buku”, terang Harits Hijrah Wicaksana selaku Akademisi.

Ace Sumirsa Ali tokoh milenial Lebak menjelaskan hadirnya lembaga Lebak Institute harus berbasis riset dan kajian sosial budaya.

“Pesimistis dan kendala di lapangan harus menjadi kekuatan untuk dapat memberikan kebermanfaatan kepada masyarakat. Lebak Institute hasilnya harus menjadi platform rekomendasi kebijakan terhadap pemerintah baik di Kabupaten Lebak maupun Provinsi Banten”, jelas Ace Sumirsa Ali.