KBRI Korea Selatan Ditutup, Dedy Fitriadi Tegaskan Pemda Untuk Deteksi Ketat Virus Corona

KBRI Korea Selatan Ditutup, Dedy Fitriadi Tegaskan Pemda Untuk Deteksi Ketat Virus Corona
Dedy Fitriadi Anggota Komisi II DPRD Kota Tangerang. Foto Huda R Alfian Pelitabanten.com

KOTA TANGERANG, Pelitabanten.com – Gedung Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Soul Korea Selatan ditutup sementara karena adanya informasi dari otoritas kesehatan setempat dengan adanya 1 pasien yang positif terkena virus corona.

Oleh karena itu, Dedy Fitriadi selaku Anggota Dewan Komisi II DPRD Kota Tangerang, mendesak Pemerintah untuk melakukan langkah preventif guna mencegah meluasnya penyebaran virus corona.

“Mengingat di Kota Tangerang ada tempat berkonsentrasinya warga Korea, maka pemda diharapkan melakukan deteksi dan pemeriksaan secara ketat berkaitan dengan penyakit akibat virus corona tersebut,” tegasnya. (02/03)

Dengan kepedulian yang tinggi, Anggota dewan DPRD dari fraksi Partai Demokrat ini, juga berharap, di Kota Tangerang aman dari bahayanya wabah virus Corona.

Umar Hadi Duta Besar KBRI Indonesia di Korea Selatan, saat memberikan keterangan melalui Video kepada awak media Pelitabanten.com (Ist)

Dilain sisi, Umar Hadi selaku Duta Besar Indonesia untuk Korea Selatan menyampaikan, bahwa ditutupnya Gedung KBRI berlaku sejak Senin 2 Februari 2020.

“1 orang pasien yang bekerja di kawasan Yoido yang mana tempat dia bekerja dalam radius jarak yang cukup dekat dengan gedung KBRI dinyatakan positif terjangkit virus Corona,” jelasnya, Senin (02/03/2020).

Untuk memenuhi himbauan dari otoritas lokal, maka layanan KBRI untuk sementara waktu ditutup. Dan bisa menghubungi :

Nomor hotline pelayanan emergency KBRI Korea Selatan di +82 010 5394 2546

“Untuk gedung KBRI Korea Selatan untuk sementara ditutup, kecuali bilamana ada emergency dalam pengurusan Paspor, Visa, dan lain sebagainya. Bisa langsung menghubungi ke nomor hotline pelayanan,” jelasnya.

Dan untuk sementara ini, seluruh staf KBRI Korea Selatan bekerja dirumah masing-masing, agar dapat terhindar dari bahaya virus corona.

“Kecuali saya dan tim, yang akan terus menangani isu-isu perlindungan warga terkait dengan wabah corona virus di Korea Selatan,” terangnya.

Selain itu, KBRI juga sudah membuka Posko Aju yang berjarak sekitar 53 Kilometer sebelum kota Deigo.

“Posko Aju tetap buka, Tim, Satgas KBRI, bersama saya (Umar Hadi -red) tetap bekerja 24 jam, untuk dapat menyampaikan informasi kepada masyarakat Indonesia yang ada di Korea,” ucapnya.

Dan apabila ada informasi atau pesan darurat Masyarakat Indonesia yang ada di Korea bisa menghubungi :

Nomor Hotline Posko Aju di +82 10 3601 9980

Oleh karena itu dirinya akan terus berupaya untuk memberikan langkah-langkah peningkatan keselamatan kepada masyarakat Indonesia.

“Terus dilakukan, seperti di komplek KBRI Soul lebih kami tingkatkan lagi, seperti prosedur masuk dan keluar, peroses disinfektasi, kompleks juga lebih kita tingkatkan lagi. Mudah-mudahan dalam waktu dekat kita bisa menjamin bahwa pelayanan terbaik di KBRI Soul dapat dibuka kembali,” tukasnya.