Maraknya Pungli dan Sampah, Wisata Pantai Tanjung Pasir Butuh Perhatian

Kondisi memprihatinkan, banyaknya sampah di pantai Tj Pasir, Minggu (01/03/2020), foto Huda R Alfian Pelitabanten.com

Kabupaten Tangerang, Pelitabanten.com – Masyarakat dan wisatawan, keluhkan minimnya perhatian pemerintah daerah dalam menanggapi kerapihan destinasi wisata Tanjung Pasir.

Ya, minimnya prasarana wisata pantai dan kebersihan bibir pantai, menjadi keluhan para nelayan hingga wisatawan yang datang.

Seperti dikeluhkan masyarakat dan nelayan Pantai Tanjung Pasir, banyak sekali dikenakan pungutan liar (pungli) oleh oknum yang mengaku dari pemerintah Desa setempat.

Sebut saja HM, dirinya mengeluhkan dengan adanya pungli yang mengaku dari Kantor Desa kepada para pedagang kecil hingga ke nelayan.

“Setiap warung atau pedagang, bahkan sampai ke Nelayan yang punya kapal katanya akan dikenakan pungutan,” keluhnya. Sabtu (29/02/2020) sore.

Ia pun menanyakan bahwa di Kantor Desa ataupun Kelurahan setempat mempunyai anggaran Dana Desa ataupun DHU yang diperuntukan untuk membantu pembangunan wilayah.

“Meskinya kan anggaran itu dimanfaatkan, dan seharusnya para pelaku usaha diberikan modal bukannya dipintai pungutan setiap bulannya,” keluh HM.

Plang Himbauan ditepian Pantai Tj Pasir, Foto Huda R Alfian Pelitabanten.com

Selain itu, Mad selaku Abk Kapal penyebrangan mengatakan. Bahwa para Nelayan sudah sering kali menyampaikan kepada pemerintah setempat untuk kiranya dapat membantu membuatkan dermaga, tempat berlabuhnya kapal-kapal.

“Sudah sering disampaikan, tapi sampai sekarang tetap aja gak ada jawaban. Namanya orang kecil, mungkin mereka gak mau dengar,” sesal Mad. Minggu (01/03/2020).

Dari pantauan di lokasi, banyaknya sampah plastik yang berserakan ditepian hingga pantai, menjadi penyebab rusaknya biota air bahkan kerapihan lokasi wisata.

“Pak kalau untuk hal itu, langsung aja ke pengurusnya (penanggung jawab wisata Tj Pasir -red), karena saya hanya sebagai pengawas saja,” ucap seorang pengawas saat ditemui.

Saat ditanyakan maraknya pungli dari setiap pintu masuk bahkan di pesisir pantai yang dikenakan biaya, dirinya juga berkilah, bahwa pungutan tersebut diperuntukan untuk anggaran paguyuban.

“Jangan difoto-foto dulu pak, lebih baik tanyakan dahulu dengan pengurusnya,” tandasnya seraya melarang wartawan untuk mengambil gambar di lokasi pantai.

Hingga berita ini dilayangkan, seorang pengurus wisata LANTAMAL yang berinisial S sudah tidak ada di lokasi.