Aksi ke Jakarta, Kapolsek Karawaci Himbau Komunitas Ojol Tetap Jaga Keselamatan dan Keamanan

Masyarakat Ojek Online Seluruh Indonesia (MOOSI) Tangerang Raya. Jum'at (28/2/2020), Foto Iwan K Halawa Pelitabanten.com

KOTA TANGERANG, Pelitabanten.com – Ikut serta berangkat menggelar aksi di Jakarta, Kapolsek Karawaci Kompol Yulies Andri Pratiwi menghimbau kepada komunitas Ojol (ojek online) yang tergabung dalam masyarakat ojek online seluruh Indonesia (MOOSI) Tangerang Raya agar tetap menjaga keselamatan, keamanan serta tidak mengganggu aktifitas masyarakat lainnya.

Hal tersebut disampaikan Kapolsek kepada ketua MOOSI Tangerang Raya Maung dititik kumpul kantor sekretariat Gograber Kelurahan Gerendeng Karawaci Kota Tangerang sebelum berangkat aksi menuju gedung DPR RI Jakarta. Jumat (28/2/2020).

Polsek Karawaci saat memberi himbauan kepada komunitas ojol yang akan berangkat ke DPR RI Jakarta. Foto Iwan K Halawa Pelitabanten.com

“Dari komunitas ojol yang berada di karawaci ada 70 orang dengan menggunakan 40 unit kendaraan roda dua berangkat menuju jakarta dalam rangka menggelar aksi penolakan usulan Anggota DPR RI Fraksi PPP/ Wakil ketua komisi V DPR RI yang melarang Ojol menjadi transportasi umum yang melintas di Jalan Raya Nasional/Jalan Protokol,” ujarnya.

Lebih jauh ia mengatakan tetap melakukan pengamanan dan menghimbau agar komunitas ojol yang berangkat dari wilayahnya tetap menjaga ketertiban umum dengan tidak melakukan hal bertentangan dengan hukum, baik selama diperjalanan maupun nantinya di lokasi aksi.

“dengan menggunakan alat peraga bendera merah putih dan bendera Gograber dan jaket, komunitas ojol MOOSI berangkat dengan rute Kantor Sekretariat Gograber Tangerang Raya Kp. Gerendeng RT 01/ 06 Kel. Gerendeng Kec. Karawaci Kota Tangerang – Jl. Dadang Suprato – Jembatan Berendeng – Jl. Benteng Makasar Jl. Daan Mogot – Grogol – Slipi – Gedung DPR RI,” jelas Yulies.

Dalam pengamanan perjalanan aksi tersebut Kapolsek juga menghimbau jajarannya tetap melayani masyarakat dengan mengedepankan humanis dan tidak arogansi.

Reporter : Iwan K. Halawa