Dewan Kota Serang Sarankan Pemkot dan Ulama Duduk Bareng Bahas Masjid Agung

MASJID ATS TSAUROH di Jalan Ahmad Yani Kota Serang yang ditetapkan sebagai Masjid Agung Kota Serang. (Foto: simas.kemenag.go.id)
MASJID ATS TSAUROH di Jalan Ahmad Yani Kota Serang yang ditetapkan sebagai Masjid Agung Kota Serang. (Foto: simas.kemenag.go.id)

SERANG, pelitabanten.com – DPRD Kota Sereng menyarankan Pemkot Serang duduk bareng dengan ulama se-Kota Serang membahas persoalan Masjid Agung.

Hal ini agar tidak menjadi polemik berkepanjangan. “Ini bukan masalah tepat atau tidaknya, ini terkait bagaimana nanti Pemkot bisa memakmurkan Masjid Agung Kota Serang agar bisa menjadi pusat kegiatan dan pengembangan masyarakat,” kata Ketua Komisi IV DPRD Kota Serang Khoeri Mubarok saat dihubungi awak media, Kamis (27/2/2020).

Sebelumnya diberitakan, Gerakan Pengawal Serang Madani menyatakan akan melayangkan somasi kepada Walikota Serang. Somasi terkait penolakannya atas penetapan Masjid Ats Tsauroh sebagai Masjid Agung Kota Serang.

Atas polemik yang terjadi Khoeri menyarankan ada pertemuan dialog kedua belah pihak untuk menemukan titik temu. “Intinya kami berharap Walikota (Walikota Serang Syafrudin) bisa berdialog dengan pihak-pihak yang tidak setuju,” ujar politisi Gerindra ini.

Dari informasi yang didapat, ucap Khoeri, pada 6 Februari 2020 ada kesepakatan antara Yayasan Ats Tsauroh dengan Pemkot Serang terkait status Masjid Ats Tsauroh sebagai Masjid Agung Kota Serang.

“Tentunya kami mendukung itikad baik Kota Serang membangun kawasan Masjid Agung Kota Seran, apalagi sudah direncanakan FS dan DED-nya. Adapun adanya pihak yang tidak setuju terkait rencana ini, kami berharap walikota bs duduk bersama,” ucapnya.

Sebelumnya, Walikota Serang Syafrudin mengaku tidak mempersoalkan somasi yang akan dilayangkan pihak GPSM. Dirinya juga meyatakan siap melakukan diaolog dengan pihak yang keberatan atas penetapan Ats Tsauroh sebagai Masjid Agung Kota Serang. (Irpus)