Jalan Marsekal Suryadharma Rusak, Warga: Siapa Bertanggungjawab?

Jalan Marsekal Suryadharma Rusak, Warga: Siapa Bertanggungjawab?
Jalan Marsekal Suryadharma Rusak, Warga: Siapa Bertanggungjawab?. Foto Ahmad Syihabudin Pelitabanten.com

KOTA TANGERANG, Pelitabanten.com — Rusaknya Jalan Marsekal Suryadharma Kelurahan Selapajang Jaya Kecamatan Neglasari Kota Tangerang (Jalan penghubung antara Kota menuju Kabupaten Tangerang dan sebaliknya) dikeluh warga yang biasa melintas.

Beberapa warga bingung siapa yang harus bertanggung jawab dalam perbaikan jalan yang rusak karna diakibatkan oleh proyek pembangunan infrastuktur diwilayahnya.

Pasalnya, lobang-lobang besar yang diakibatkan oleh hulu lalang kendaraan bertonase besar pengangkut tanah dikhawatirkan dapat menimbulkan kecelakaan bagi pengendara, belum lagi bila turun hujan jalan menjadi licin dan becek hingga memerlukan konsentrasi yang ekstra bagi pengguna jalan itu.

“Bikin macet, Mobil sedan mah mentok kalo kaga ngukur bener-bener mah,”Ucap Muhammad Mahrusilah (35), warga sekitar yang setiap harinya melintasi jalan tersebut. Kamis, (27/2/2020).

Mahrus berharap pemerintah daerah melalui dinas terkait lebih dapat memperhatikan kondisi jalan yang rusak akibat proyek pusat atau proyek infrastruktur lainnya.

Kondisi Jalan Marsekal Suryadharma Yang Rusak Parah. Foto Pelitabanten.com

“Kasian warga, siapa yang harus bertanggungjawab ? Pemkot, Pemprov Atau Pusat, Jalan yang tadinya bagus sekarang rusak, ditambah saat ini musim hujan, jangan sampai masyarakat tidak bersalah jadi korban,”tegas Mahrus yang juga merupakan Dosen pada salahsatu perguruan tinggi yang berlokasi di Kota Tangerang itu.

Sementara, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Tangerang, Decky P. Koesrindartono yang ditemui Pelitabanten.com di kawasan Ciledug, mengaku, Beberapakali pihaknya sudah mengikuti rapat, belum lama di Komenko perekonomian, sebelumnya di Sekertasis Presiden, kami sampaikan.

“Tolong, kami Pemda Kota Tangerang sangat mendukung program-program pemerintah pusat, kami bantu pembebasan lahan dan sebagainya, jangan sampai ketika proyek itu selesai kami (Pemkot) ditinggalkan, meninggalkan bekas-bekas kontruksi yang rusak,”kata dia

Mengenai skema pembiayaan jalan yang rusak, lanjut Decky, Pemda meminta tetap adanya dari di pemerintah pusat.

“Jadi kita menunggu waktu yang tepat untuk diperbaiki, bukan mengabaikan tapi tetap ditangani namun tidak dalam skala yang besar,”ujarnya.

Penanganan yang sementara itu menurutnya tidak akan pernah beres, makanya Decky meminta kepada masyarakat untuk bersabar dan tetap melaporkan kondisi jalan-jalan yang rusak kepada Dinas Pekerjaan Umum kota tangerang untuk di tangani sebaik mungkin.

“Kewajiban kontraktor kewajiban pemda untuk membantu, akan kami perbaiki,”pungkasnya.