Rano Alfath: Pancasila dan Agama Tidak Bertentangan

Rano Alfath: Pancasila dan Agama Tidak Bertentangan
SOSIALISASI 4 PILAR KEBANGSAAN: Anggota Komisi III DPR RI Muhammad Rano Alfath saat menyosialisasikan empat pilar kebangsaan di Kecamatan Legok, Kota Tangerang, Sabtu (21/2/2020). (Foto: dokumentar pribadi for pelitabanten.com)

KOTA TANGERANG, Pelitabanten.com – Anggota Komisi III DPR RI Muhammad Rano Alfath menyebut Pancasila sebagai dasar Negara Indonesia sudah final. Bahkan Pancasila dan agama tidak bisa dibenturkan.

Karena itu, Politisi muda ini mengajak agar semua warga menjaga dan mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari. Ajakan tersebut disampaikan Rano bersamaan sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan Indonesia bersama tokoh masyarakat dari kalangan Ketua Rukun Warga dan Rukun Tetangga, pada Sabtu (22/2/2020) di di Kecamatan Legok, Kota Tangerang, Provinsi Banten.

Empat pilar kebangsaan yang dimaksud adalah; Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara, UUD 1945 dan Ketetapan MPR sebagai konstitusi negara; NKRI sebagai bentuk negara; dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan negara ke berbagai elemen masyarakat.

Belakangan ramai diperbincangkan soal Pancasila setelah ada statmen kontrofersi dari Ketua (Badan Pembinaan Ideologi Pancasila) BPIP Yudian Wahyudi yang menyebut agama sebagai musuh Pancasila. Menurut Rano, masyarakat diminta tetap tenang, sebab pihak DPR sedang melakukan konfirmasi kebenaran maksud statment tersebut.

Pada acara yang dihadiri oleh 160 partisipan Rano menyampaikan kondisi bangsa Indonesia yang kini tengah dihadapkan pada serangan sebagai upaya yang dilakukan terus menerus mendegradasi Pancasila. Mereka juga berupaya memecah belah anak bangsa.

Kata dia, dengan adanya globalisasi, dunia kini semakin tidak memiliki batasan. Maka dengan mudah saja banyak konsepsi atau paham baru yang masuk kedalam lapisan masyarakat. Apalagi dengan adanya sosial media mempermudah kita untuk terpapar pada konsep-konsep tersebut. “Contohnya radikalisme. Nah hal itu harus ditangkal dengan mempedomani empat pilar kebangsaan yang sudah menjadi pondasi negara kita sejak dulu,” terang Ketua DPD KNPI Provinsi Banten tersebut.

Dijelaskan Rano, keberadaan Empat Pilar Kebangsaan harus gencar disosialisasikan tidak hanya oleh wakil rakyat, namun juga oleh rakyat itu sendiri. “Maka dari itu saya minta tolong agar teman-teman semua bisa saling bantu menyebarluaskan empat pilar kita ini. Ini merupakan kewajiban kita semua, bukan hanya saya sebagai wakil rakyat, tetapi seluruh bangsa Indonesia tanpa terkecuali,” ujar Rano.

Sedangkan, salah satu partisipan yang merupakan Ketua RW di Kecamatan Legok mengaku bahwa kegiatan tersebut sangat positif dan bermanfaat. “Para partisipan sangat antusias, bahkan terjadi diskusi santai antara legislator dan elemen masyarakat. Kami ucapkan terimakasih atas inisiatifnya.” (Irpus)