Visi Pariwisata Lebak Butuh Sinergitas Kuat antar Komunitas, OPD, dan Stakeholder

Visi Pariwisata Lebak Butuh Sinergitas Kuat antar Komunitas, OPD, dan Stakeholder
Rapat Koordinasi Penggiat Pariwisata Kabupaten Lebak mengangkat tema “Sinergi Antara Pemerintah Daerah dan Penggiat Kepariwisataan untuk Membangun Wisata yang Berkualitas” di Wisma Sugri, Selasa (4/2/2020).

LEBAK, Pelitabanten.com – Rapat Koordinasi Penggiat Pariwisata Kabupaten Lebak mengangkat tema “Sinergi Antara Pemerintah Daerah dan Penggiat Kepariwisataan untuk Membangun Wisata yang Berkualitas” bertujuan membangun sinergitas antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Stakeholder kepariwisataan serta para penggiat pariwisata di Kabupaten Lebak.

Plt. Kepala Dinas Pariwisata Imam Rismahayadin menyampaikan kegembiraannya atas antusiasme kehadiran para stakeholder dan penggiat pariwisata yang hadir dalam acara tersebut. Sebab menurutnya, untuk mewujudkan visi misi pariwisata Lebak dibutuhkan sinergi antar semua unsur baik OPD, stakeholder maupun komunitas untuk mengawal visi misi Lebak.

“Dibutuhkan sinergi yang kuat antar semua unsur baik OPD maupun komunitas serta stakeholder untuk mengawal visi misi Lebak sebagai destinasi wisata unggulan berbasis potensi lokal,” ucap Imam Rismahayadin di Wisma Sugri, Selasa (4/2/2020).

Diikuti sebanyak 50 tamu undangan terdiri dari 11 OPD dan 14 komunitas dan stakeholder kepariwisataan, kegiatan tersebut berupa diskusi yang dipandu moderator Charris Khadafi dengan narasumber Dr. Moh Ali Fadillah, mantan Kepala Dinas Pariwisata Banten dan Irwan Tamrin, Sekretaris DPD Asita Banten.

Dari 11 destinasi priwisata strategis di Banten, disebutkan sejak lama terdapat tiga destinasi yang ada di Kabupaten Lebak, yaitu Pantai Bagedur, Pantai Sawarna, dan Baduy. Ketiga destinasi tersebut juga ada dalam Seven Wonders of Banten. Ali Fadillah menyebutkan perlunya penguatan destinasi baru dengan menerapkan konsep Sustainable Tourims Development yang tujuan akhirnya memberikan dampak ekonomi kepada masyarakat.

Sementara dalam konsep Tourismpreneurship, Irwan Tamrin mengatakan bahwa kegiatan kewirausahaan yang berkaitan dengan pariwisata di suatu daerah harus berjalan beriringan dengan pengembangan potensi pariwisata di wilayah tersebut yang berdampak mengurangi tingkat kemiskinan, mendorong pertumbuhan ekonomi, dan menjadi landasan pelestarian lingkungan dan budaya setempat.

Disampaikan Plt. Kadispar, dibutuhkan kesadaran dari seluruh unsur pendukung pariwisata untuk mewujudkan pariwisata unggulan dengan menyamakan persepsi dan mindset tentang visi misi Bupati.

“Dengan adanya seluruh unsur pendukung pariwisata: eksekutif, legislatif, masyarakat, penggiat, pengusaha, dan media massa khususnya media online. Visi pariwisata unggulan optimis dapat kita realisasikan,” pungkas Imam.