Sindikat Pemalsu Dokumen Ditangkap, Penggunanya Bakal di Telusuri

Sindikat Pemalsu Dokumen Ditangkap, Penggunanya Bakal di Telusuri
Polresta Bandara Soekarno Hatta Ungkap Kasus Pemalsuan Dokumen Negara. Foto Iwan K Halawa Pelitabanten.com

KOTA TANGERANG, Pelitabanten.comPolresta Bandara Soekarno Hatta (Soetta) mengungkap kasus sindikat pemalsuan dokumen berupa Kartu Tanda Penduduk (KTP), Surat Izin Mengemudi (SIM), NPWP, Ijazah dan Surat Nikah, sindikat ini berhasil ditangkap saat menjalankan pembuatan dokumen kenegaraan palsu di wilayah Tangerang.

Tiga pelaku yang ditangkap ini berinisial F,  A dan D. Mereka diamankan berdasarkan informasi adanya pihak yang bisa membantu mengurus dokumen apapun kepada pekerja di Bandara Soetta.

Kapolres Bandara Soetta Kombes Pol Adi Ferdian didampingi Kasat Reskrim AKP A Alexander ungkap kasus ini dalam konferensi pers di aula Mapolres. Selasa (4/2/2020) siang.

“Para pelaku menawarkan jasanya melalui media sosial dengan harga yang bervariasi dan tidak memerlukan waktu yang lama dalam proses pengurusannya,” ujar Kapolres.

Kapolres Tekankan Akan Telusuri Siapa Pengguna Jasa Dokumen Palsu Tersebut. Foto Pelitabanten.com

Sasarannya rata-rata para calon pelamar kerja yang kesulitan dalam mengurus identitas kependudukan dan telah beroperasi kurang lebih satu tahun.

“Kegiatan pemalsuan dokumen ini sudah setahun ditekuni para pelaku dan pengguna jasanya dari beberapa daerah lantaran dipasarkan melalui media sosial,” terangnya.

Lebih jauh Adi menuturkan, harga yang ditawarkan pelaku tersebut mulai dari Rp 200 ribu hingga Rp 500 ribu rupiah saja.

“Dalam kurun waktu setahun menjalankan kegiatan tersebut, pelaku sudah meraup keuntungan puluhan juta rupiah,” jelasnya.

Berbagai barang bukti disita mulai dari Laptop, Printer, Flashdisk, kertas Ivory, blangko palsu hingga beberapa dokumen palsu yang sudah jadi.

“atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan pasal berlapis yakni pasal 263 KUHP subs pasal 264 KUHP dan pasal 266 KUHP dengan ancaman 8 tahun penjara,” beber Adi.

Kapolres  juga menekankan, saat ini pihaknya terus berkoordinasi dengan instansi pembuat dokumen untuk menelusuri pengguna maupun pemakai jasa dari dokumen – dokumen palsu yang telah beredar. (Iwan K. Halawa)