FOSTAR Resmi Menjadi Wadah Sispala se-Tangerang Raya

FOSTAR Resmi Menjadi Wadah Sispala se-Tangerang Raya
Swafoto perwakilan SISPALA se-Tangerang usai melangsungkan delegasi wadah koordinasi di Saung Banksasuci, Karawaci Kota Tangerang, Huda R Alfian Pelitabanten.com (Ist)

KOTA TANGERANG, Pelitabanten.com – Puluhan Pelajar Siswa siswi Pecinta Alam
(Sispala) langsungkan delegasi di Saung Banksasuci.

Dalam musyawarahnya, para perwakilan dari berbagai SMA dan SMK se-Tangerang Raya ini menghasilkan kesepakatan nama untuk forum silaturahmi Sispala.

Ya, FOSTAR (Forum Silaturahmi Sispala Tangerang Raya) sebuah wadah yang selanjutnya akan menjadi tempat silaturahmi sekaligus berbagi informasi seputar kegiatan yang berkaitan dengan lingkungan serta hal positif.

Pendaki Gunung Wanadri, M. Indra Ramadahan mengatakan, dengan dibentuknya wadah silaturahmi kegiatan olahraga luar ruangan ini, agar memudahkan koordinasi para Sispala di Tangerang Raya.

“Karena Fostar baru dibentuk, jadi masih dalam tahap peremajaan, sehingga jadwal khusus pertemuan belum ditetapkan. Dan juga wadah ini yang nantinya akan memudahkan silaturahmi dan koordinasi seputar kegiatan Sispala,” jelas Indra kepada Pelitabanten.com, Selasa (4/2) pagi.

Musyawarah pembentukan FOSTAR (Forum Silaturahmi Sispala Tangerang Raya), Huda R Alfian Pelitabanten.com (Ist)

Dalam kesempatan tersebut, Indra pun menyesalkan dengan adanya pihak Sekolah yang membekukan kegiatan ekstrakulikuler pecinta alam, seperti yang ada di SMK Negeri 2 Kota Tangerang.

“Namun perlu digaris bawahi bahwa setiap kegiatan dan keterampilan sudah dibekali materi yang sesuai dengan standar jika hari ini ada pendaki yang tersesat tidak semuanya bisa dikatakan pecinta alam atau terlebih Sispala atau Mapala serta kegiatan Sispala bukan hanya naik gunung namun ada tanggap bencana, cinta lingkungan dan masih banyak lainnya,” jelasnya.

Hal tersebut dikarenakan, dengan mengikuti Sispala sering dipandang sebelah mata oleh beberapa pihak dengan alasan keselamatan dan lain sebagainya sehingga beberapa sekolah melarang kegiatan positif tersebut.

“Ya tidak bisa disamaratakan, jelas ketika dikader Sispala pasti diberikan materi oleh mentor atau pelatihnya sesuai dengan standar bukan main-main,” tegasnya.

Meskipun Sispala di SMK Negeri 2 dibekukan, hal tersebut tidak menyurutkan langkah AGRIPALA yang juga sebagai inisiator Forum silaturahmi Sispala di Tangerang Raya untuk turut hadir dalam kegiatan-kegiatan sosial.

“Walaupun di sekolah Dini masih belum aktif tapi seneng aja kumpul bareng temen-temen disini bisa tuker informasi, hobi, dan ternyata Sispala SMK Negeri 2 Kota Tangerang dulunya salah satu inisistor berdirinya forum silaturahmi ini,” tambah Dini.

Dini pun mengatakan, meskipun organisasi pecinta alam disekolahnya vakum dan masih dalam proses diaktifkan kembali namun tidak mengurangi semangatnya untuk bergabung dan silaturahmi dengan Sispala se-Tangerang Raya.