Masa Tanggap Darurat Bencana Alam Lebak Diperpanjang, Berikut Data Dampak Kerusakannya

Masa Tanggap Darurat Bencana Alam Lebak Diperpanjang, Berikut Data Dampak Kerusakannya
Bupati Iti berbincang setelah Rapat Evaluasi Penanggulangan Darurat Bencana di Aula Multatuli Setda Lebak, Selasa (14/01/2020).

Lebak, Pelitabanten.com – Pemerintah Kabupaten Lebak memutuskan untuk memperpanjang Masa Tanggap Darurat Bencana. Hal tersebut disampaikan Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya dalam rapat evaluasi Penanggulangan Darurat Bencana bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Lebak, Sekretaris Daerah, Para Asisten, Kepala OPD, Instansi terkait serta para relawan dari berbagai asosiasi di Aula Multatuli Setda Lebak, Selasa (14/01/2020).

“Karena kerusakan yang dialami akibat bencana banjir bandang dan tanah longsor, Pemerintah Kabupaten Lebak memutuskan untuk memperpanjang Masa Tanggap Darurat bencana hingga tanggal 28 Januari 2020 mendatang,” ujar Bupati di sela-sela memimpin rapat.

Masa Tanggap Darurat Bencana tertuang dalam SK Bupati Lebak Nomor: 366/kep.45-BPBD/2020 tentang Masa Tanggap Darurat Bencana yang diperpanjang selama 14 hari terhitung sejak tanggal 14 Januari sampai dengan 28 Januari 2020.

Disampaikan dalam rapat dampak kerusakan bencana banjir bandang dan tanah longsor antara lain sebagai berikut: tempat tinggal/ rumah rusak berat sebanyak 1.110 rumah, rusak sedang sebanyak 230 rumah, rusak ringan 309 rumah, rumah yang terbawa arus banjir bandang sebanyak 1.649 rumah. Kerusakan lahan pertanian, persawahan seluas 890,5 HA, Holtikultura seluas 7,5 HA, dan lahan perikanan seluas 10,3 HA.

Sedang kerusakan infrastruktur, jembatan sebanyak 27 unit, daerah irigasi sebanyak 5 DI, 1 Kantor Kecamatan dan 3 kantor desa. Sementara untuk korban terkena dampak bencana 9 orang meninggal, 2 orang hilang, 1 orang luka berat, 66 orang luka ringan dan sebanyak 1.392 KK mengungsi.

Terkait informasi yang beredar di tengah masyarakat tentang pendistribusian logistik yang tidak sampai kepada korban bencana dan tidak merata, Bupati Iti yang hampir setiap hari berkeliling mengunjungi lokasi-lokasi bencana menepis dengan mengklarifikasi bahwa hal tersebut tidak benar.

“Terkait berita yang beredar tentang logistik yang tidak sampai kepada korban, saya pastikan tidak ada korban yang tidak menerima bantuan logistik, itu kenapa saya setiap hari turun ke lapangan, karena saya ingin memastikan bahwa bantuan logistik ini tersalurkan dan tepat sasaran,” tegas Bupati.