Usai Dikepung Genangan Air, Warga Jatiuwung Tangerang Gotong Royong Tanam Pohon

Usai Dikepung Genangan Air, Warga Jatiuwung Tangerang Gotong Royong Tanam Pohon
Warga saat Gotong Royong Menanam Pohon. Foto Pelitabanten.com

KOTA TANGERANG, Pelitabanten.com–Bencana banjir yang melanda berbagai titik di Kota Tangerang juga terdampak di wilayah kelurahan Jatiuwung Kecamatan Cibodas.

Meluapnya kali Sabi yang melintasi Kecamatan Cibodas tidak dapat lagi menampung debit air dari curah hujan yang tinggi. Mengakibatkan genangan air setinggi 30-50 cm di pemukiman warga di beberapa titik kelurahan Jatiuwung.

Mencegah hal tersebut kembali terjadi, selain membersihkan drainase warga pun bergerak menanam pohon di sekitar pemukiman warga secara masal.

Warga Jatiuwung Gotong Royong Tanam Pohon. Foto Pelitabanten.com

Ketua RT setempat menjelaskan hal tersebut dilakukan sebagai pencegahan dini, agar kedepannya tidak lagi timbul genangan air yang cukup tinggi di pemukiman warga.

“Mengajak warga beramai-ramai membersihkan saluran air kemarin usai banjir menggenangi lingkungan Kami, dan kali ini kami ajak warga menanam pohon, selain untuk resapan air kedepannya, agar timbul udara sehat dan segar di lingkungan,” jelas Rani Kusrani, Ketua RT 03/02 Kelurahan Jatiuwung saat ditemui pelitabanten Jumat (10/1/2020).

Selain itu, dirinya mengungkapkan bahwa pemerintah daerah setempat pun mendukung penuh kegiatan yang dilakukannya bersama warga secara bergotong royong. Ragam bantuan pun didapatkan dari Pihak Kelurahan setempat, seperti Pot plastik berukuran besar dan bantuan lainnya.

“Pak Lurah kami pun mendukung, selain untuk penghijauan dan resapan air, Wilayah kami diharapkan dapat menjadi kampung tematik di Kecamatan Cibodas, insya Allah kami beri nama Kampung Bhineka, BHINEKA artinya Bersih, Hijau, Indah, dan Beraneka,” ungkap Rani.

Beraneka ragam suku, agama dan pola pikir warga yang bermukim di lingkungan menjadi salahsatu alasan oleh Rani dijadikan tema Kampung Tematik yang nantinya akan dibuat.

“Rata-rata warga di sini berasal dari berbagai daerah yang umumnya bekerja sebagai buruh pabrik di Kota Tangerang, ragam suku dan agama, juga pola pikirnya, dari situ saya muncul ide dengan nama Kampung Bhineka,” tambahnya.

Rani Kusrani, Ketua RT Setempat saat Menutup Pintu Air Kali Sabi. Foto Supriyadi Pelitabanten.com

Di lain sisi, Rani pun berharap adanya normalisasi kali Sabi dan pengadaan pompa air di pintu air yang menghubungkan aliran pembuangan air warga dengan kali Sabi, dari pemerintah Kota Tangerang.