Beranda Peristiwa Kota Tangerang Gagal Demo Camat Ciledug, Aktivis Tangerang Bakal Melanjutkan

Gagal Demo Camat Ciledug, Aktivis Tangerang Bakal Melanjutkan

Gagal Demo Camat Ciledug, Aktivis Tangerang Bakal Melanjutkan
Ilustrasi Aksi Demo. Foto Pelitabanten.com

KOTA TANGERANG, Pelitabanten.com — Gagal demo, Aktivis Bakal Melanjutkan korps pemuda & mahasiswa Indonesia untuk menuntut camat Syarifudin mengundurkan diri karna marahi banjir dan viral di media sosial.

Koordinator Aksi korps pemuda & mahasiswa Indonesia, Isran Sella saat dihubungi mengaku, pembatalan aksi untuk mengecam ulah camat yang dinilai tersebut lantaran deras yang melanda ibukota.

“Iya mas tadi hujan, jadi batal aksinya,”kata Isran saat dihubungi via selulernya.

Saat disinggung kapan aksi tersebut akan dugelar, Isran justru mengaku tidak dapat memastikan pengunduran waktu aksi tersebut akan digelar.

“Nanti saya hubungi ya mas kalau mau aksi,”tuturnya.

Menanggapi hal tersebut, Koordinator Lembaga Swadaya Masyarakat Gerakan Masyarakat Peduli Bangsa, Umar Atmaja mengaku alasan pembatalan lantaran kurang masuk diakal.

“Mereka mau aksi atau cuma melakukan tekanan verbal,”kata Umar kepada wartawan, Kamis (9/1/2020).

Baca Juga:  Babak Baru Dugaan Korupsi DPRD Kota Tangerang Patron Lapor ke Kejagung RI

Selanjutnya Ia mengaku akan melanjutkan gerakan yang digagas sebelumnya oleh korps pemuda & mahasiswa Indonesia untuk melakukan unjuk rasa menuntut camat yang dinilai tersebut dicopot dari jabatannya.

“Sudahlah kalau memang teman teman dari Jakarta mundur biar kami saja yang bergerak untuk melakukan aksi unjuk rasa itu,”jelasnya.

Menurut Umar, gagalnya aksi tersebut malah justru menambah luka berkepanjangan bagi masyarakat yang telah muak dengan pejabat wilayah yang dituding sarat dengan pencitraan ini.

“Kalau ngga mau aksi ya sudah jangan, biar kami saja, tentunya dengan seluruh daya kekuatan yang kami punya,”jelas Umar.

Kendati demikian, Dia mengaku siap bekerjasama dengan korps pemuda & mahasiswa Indonesia untuk bersama melakukan aksi unjuk rasa menuntut Wali Kota Arief R Wismansyah mencopot camat Ciledug.

“Hayo kalau mau gabung saya tunggu, Insya Allah besok saya akan membuat surat pemberitahuan ke Polres dan Rabu kita aksi bersama berjuang agar Wali Kota menjatuhkan sanksi tegas kepada camat,”pungkasnya.

Baca Juga:  Rapat Persiapan Pembukaan TMMD ke-20 Maksimalkan Rencana
Screenshoot/Tangkapan Layar Facebook. Dok. Pelitabanten

Untuk diketahui Rajab Priadi, yang dimarahi Camat menjelaskan awal mula bagaimana dia bisa terlibat dalam proses evakuasi banjir di kawasan Perum Wisma Tajur, Ciledug. Kerterlibatan Rajab bermula ketika dirinya ingin melihat keadaan orangtua di kediaman saudaranya di kawasan Wisma Tajur pada Rabu (1/1) lalu.

Namun, saat dia tiba ke lokasi pada pukul 22.00 WIB, dia justru mendapati bahwa wilayah tersebut sudah terendam banjir.

Banyak warga yang sibuk menyelamatkan diri dan keluarga masing-masing, demikian Rajab mendeskripsikan situasi yang menyambutnya kala itu

Saat itulah, hatinya terketuk untuk mengkoordinir proses evakuasi warga yang terkena banjir. Dia melakukan hal tersebut berdasarkan insiatif pribadi.

“Di sana chaos, tidak ada satu komando lah. Jadi masing-masing mementingkan keluarga masing-masing saja. Akhirnya saya inisiatif, saya ambil semua data yang terkumpul, saya sobek, saya buat data baru,” kata Rajab

Baca Juga:  Cegah Disharmoni di Papua, Pemerintah Harus Perkokoh Nasionalisme dan Pemerataan Pembangunan

Proses evakuasi pun berjalan dari pukul 22.00 WIB hingga keesokan harinya. Pada Kamis (2/1/2020) itu lah dia bertemu dengan Camat Syarifudin.

Rajab pun sempat meminta bantuan kepada Syarifudin, yakni berupa alat pengeras suara agar mempermudah proses evakuasi. Camat sempat menanggapi permintaan Rajab dengan baik.

“Saya sempat ngobrol sama pak camat, iya saya sempat minta pengeras suara tapi enggak minta senter,” ucap Rajab.

Namun, beberapa menit setelahnya, Syarifudin justru memarahi Rajab. Bahkan Rajab tidak tahu mengapa camat sampai mengomelinya.

“Enggak tahu, Saya tidak ingat lagi kalimatnya apa,” kata Rajab.

Rajab mengaku tidak memedulikan omelan Syarifudin dan terus melakukan proses evakuasi.

“Sampai detik ini saya enggak punya dendam pribadi sama pak camat. Saya tetap lanjut bantu proses evakuasi sampai sore. Baru saya pulang ke rumah orangtua saya,” ucap dia.