Nestapa Korban Banjir di Priuk Kota Tangerang dan Cari Muka Pejabat

Begini, Nestapa Korban Banjir di Priuk Kota Tangerang. Foto Pelitabanten.com (Dok)

KOTA TANGERANG, Pelitabanten.comNestapa Nenek Sujiah, warga perumahan Priuk Jaya Permai RW 08 RW 02 Kelurahan Priuk Jaya Kecamatan Periuk, Kota Tangerang.

Pasalnya, hampir saja Ia meninggal dunia bila beberapa warga tidak segera menolongnya saat dirinya terjebak banjir diawal tahun 2020 kemarin. Korban yang diketahui tinggal sebatang kara akhirnya dapat dievakuasi ketempat yang lebih aman.

“Jadi kejadiannya jam 22:30 WIB Rabu, (1/1/2020) waktu itu kami sedang melakukan patroli malam dan mendapati si nenek sedang menggigil kedinginan,”kata Asep warga yang menolong sujiah kepada wartawan, Sabtu (4/1/2020).

Banjir Melanda di Beberapa Wilayah Kota Tangerang. Foto Pelitabanten.com (Dok.Ist)

Asep menilai, kejadian tersebut tidak seharusnya terjadi apabila tim penyelamat dari BPBD Kota Tangerang dapat lebih siaga dan tanggap dalam menanggulangi bencana banjir besar yang melanda wilayahnya.

“Kami sangat kecewa, kami berinisiatif untuk melakukan patroli ditengah tengah derasnya arus air,” jelasnya.

Ia mengaku, kendati sulit menembus arus banjir yang melanda lingkungannya akan tetapi dengan dorongan yang kuat lantaran kekecewaannya atas kinerja BPBD kota dianggap tidak mampu menanggulangi bencana.

“Kita diminta untuk menunggu, kalau kita ikuti saran dari BPBD udah pasti si nenek akan meninggal,” jelasnya.

Banjir Melanda 42 Kelurahan di Kota Tangerang. Foto Pelitabanten.com (Dok.Ist)

Ditemui terpisah Umar Atmaja Koordinator Gerakan Pemuda Peduli Bangsa mengaku prihatin atas kejadian tersebut.

Menurut umar, aksi penyelamatan warga kecamatan Priuk tersebut tidak perlu terjadi apabila tim dari BPBD Kota Tangerang dapat diandalkan dalam hal penanganan bencana.

Warga yang berinisiatif untuk menolong warga lainnya bisa saja menjadi korban atas ketidak becusan dari BPBD Kota tangerang,” tuturnya.

Menurut dia, kejadian tersebut disinyalir lantaran Anggaran yang dikucurkan untuk BPBD kota Tangerang untuk menanggulangi bencana telah dimanipulasi, sehingga saat bencana benar benar terjadi tidak ada lagi anggaran yang tersisa.

Nestapa Korban Banjir dan Cari Muka Pejabat. Foto Pelitabanten.com (Dok.Ist)

“Lah wong mesin perahu karet jebol, alat alat penyelamatan sudah usang, itu anggaran segitu besarnya dilempar kemana,” kata Umar.

Umar menilai, kurang cekatan dalam menanggulangi bencana juga disebutnya sebagai salahsatu pemicu bergeraknya warga untuk menyelamatkan warga lainnya.

“Kan udah Tau setiap tahun banjir, kenapa harus terulang dan terulang lagi, jangan cuma mereka hadir pas pak Wali kesini doang, setelah pak Wali pergi mereka ikutan pergi,” tuturnya.

Menurut dia, perilaku cari muka yang seringkali ditunjukan oleh petugas BPBD adalah salahsatu hal yang menjijikkan dan masyarakat sudah bosan disuguhkan hal seperti itu.

“Pada cari muka doang, datang ke lokasi banjir belom sampe tengah baru semata kaki Foto Foto kirim ke pak Wali dan selesai, kita muak dan jijik disuguhkan hal kayak gitu,” ucap Umar geram.

Ia menilai, pelatihan tanggap bencana yang selama ini menelan anggaran cukup besar hanya sebatas menggugurkan kewajiban dan sebagai upaya menekan silpa.

“Mana ada gunanya, mending BPBD dibubarkan saja kalau memang tidak mampu menjalankan tugas pokok dan fungsinya,” tandasnya.