Beranda Peristiwa Kota Tangerang Sempat Buron, Pelaku Tabrak Lari di Sepatan Ditangkap Polisi

Sempat Buron, Pelaku Tabrak Lari di Sepatan Ditangkap Polisi

Sempat Buron, Pelaku Tabrak Lari di Sepatan Ditangkap Polisi
Sempat Buron, Pelaku Tabrak Lari di Sepatan Ditangkap Polisi. Foto Iwan K. Halawa Pelitabanten.com

KOTA TANGERANG, Pelitabanten.com — Sempat melarikan diri (Buron) usai melakukan tabrak lari, Kadapi Setiawan (29) ditangkap Polisi.

Kadapi tak berkutik saat petugas dari jajaran Polres Metro Tangerang Kota mengamankannya di wilayah Cilacap Jawa Barat.

Penangkapan didasari lantaran Kadapi sebagai tunggal tabrak yang mengakibatkan satu orang dan satu mengalami luka.

Kasus ini terjadi di Jalan Gang Garung, Desa Karet Kecamatan Sepatan Kabupaten Tangerang pada 27 Oktober 2019 lalu.

Hal tersebut dijelaskan, Kapolrestro Tangerang Kota, Kombes Pol Abdul Karim, saat Konferensi pers di Mapolrestro Tangerang Kota. Jum’at, ( 27/12/2019) siang.

Diungkapkan Karim, usai kejadian tersebut sempat melarikan diri, namun dalam kurun waktu kurang lebih satu minggu jajaran laka lantas berhasil menangkapnya.

“Upaya DPO berhasil digagalkan, dan berhasil diamankan di Cilacap,” ungkapnya.

Baca Juga:  PSBB Jawa-Bali, Aturan PPKM di Kota Tangerang WFH 75 Persen dan Mall Hingga Jam 7 Malam

Sebelum Kejadian, Jelas Kapolres Kadapi dalam kondisi karna berselisih paham (Cek-cok) dengan rekannya, saat itu tersangka berusaha kabur dengan mengunakan mobil box.

“Menurut tersangka, awalnya cekcok dengan temannya, terus kabur dengan menggunakan mobil box dengan kecepatan tinggi, hingga menabrak yang sedang nongkrong bersama rekannya,”terangnya.

Lebih jauh, Kata Kapolres, usai menabrak tak berhenti tapi malah meninggalkan korban begitu saja, kemudian melarikan diri ke wilayah Cilacap dengan meninggalkan kendaraannya di Jalan Musi Perumahan Kota Bumi Kabupaten Tangerang.

Adies Adelia Putri (15) di tempat, dan temannya Suherman (21) mengalami luka di tangan kanannya,” pungkasnya.

Akibat perbuatannya dijerat dengan pasal 301 (4) jo 106 (1) jo 302 Undang-Undang-undang RI Nomor 22 tahun 2009 tentang LLAJ, dengan ancaman maksimal enam tahun kurungan penjara.