Beranda Peristiwa Kota Tangerang Bea dan Cukai Tipe C Bandara Soetta Sebut Peredaran Narkoba Mengalami Kenaikan...

Bea dan Cukai Tipe C Bandara Soetta Sebut Peredaran Narkoba Mengalami Kenaikan di 2019

Bea dan Cukai Tipe C Bandara Soetta Sebut Peredaran Narkoba Mengalami Kenaikan di 2019
Konferensi Pers Jelang Akhir Tahun Bea Cukai Bandara Soetta Siaga Narkoba 24 Jam. Foto Pelitabanten.com

, Pelitabanten.com — Kantor Umum Bea dan Cukai Tipe C Bandara Soekarno-Hatta mencatat adanya kenaikan peredaran di Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) dari tahun 2018 ke 2019.

Kepala Kantor Pelayanan Umum Bea dan Cukai Tipe C Bandara Soekarno-Hatta, Finari Manan mengatakan pada tahun 2018, jajarannya mengungkap sebanyak 110 kasus penyelundupan narkoba.

Sementara, pada 2019 terjadi kenaikan yakni sebanyak 139 kasus penyelundupan narkoba di Bandar Udara Soekarno-Hatta.

“2018 sekitar 110-an kasus, sementara 2019 ini ada 139 kasus, artinya meningkat peredarannya di Bandara Soekarno-Hatta,” jelas Finari, Senin (22/12/2019).

Ia menerangkan, selama 2019, 62 kasus penyelundupan narkoba dilakukan melalui kargo di Bandara Soekarno-Hatta.

Lalu, sisanya melalui barang bawaan penumpang atau melalui yakni penumpang dari luar negeri yang menuju Bandar Udara Soekarno-Hatta.

“Kemudian, untuk 2019 sendiri total barang bukti mencapai 1,2 ton narkoba,” sambung Finari.

Baca Juga:  Pengobatan Gratis Menjelang HUT TNI ke-72

Finari menjelaskan, narkoba asal negara super power Amerika Serikat merajai penyebaran narkoba yang masuk ke Indonesia melalui Bandara Soekarno-Hatta.

Diikuti narkoba asal dengan 20 kasus, 11 kasus dari India, terakhir ada dengan 10 kasus penyelundupan narkoba yang masuk ke Indonesia melalui Bandara Soekarno-Hatta.

“Bahkan ada dari negara sendiri, Indonesia juga ada 10 kasus yang sifatnya misal penerbangan domestik harus transit dulu di ,” ujar Finari.

Untuk mencegah semakin derasnya peredaran obat-obatan haram yang masuk ke Indonesia, Finari mengaku akan berkoordinasi dengan negara lain soal penegahannya di negara masing-masing.

“Pencegahannya dengan berkomunikasi dengan mereka, membangun satu dan bertukar data, informasi, kita kan punya sistem. Kemudian mereka kan mau mengirim data info ke kita dan kita juga mengirim data,” Finari.