Selamatkan 4.908 Jiwa, Narkoba Berbagai Jenis Dimusnahkan Polisi di Tangerang

Selamatkan 4.908 Jiwa, Narkoba Berbagai Jenis Dimusnahkan Polisi di Tangerang
Pemusnahan Berbagai Jenis Narkoba di Mapolres Metro Tangerang Kota. Foto Iwan K. Halawa Pelitabanten.com

KOTA TANGERANG, Pelitabanten.com – Satuan Reserse Narkoba Polres Metro Tangerang Kota musnahkan barang bukti Narkoba hasil pengungkapan dalam kurun waktu dua bulan terakhir periode November – Desember, di halaman Mapolres. Rabu (11/12/2019) siang.

Narkotika yang dimusnahkan tersebut yakni Psikotropika Gol I (happy five) 3.648 butir, Heroin 44,82 gram, Ekstasi 108 butir, serta Sabu sebanyak 154,5 gram, yang sebagian sisanya sebagai barang bukti persidangan di Pengadilan.

“Dari barang bukti yang dimusnahkan hari ini bisa menyelamatkan sekitar 4.908 jiwa dari penyalahgunaan narkoba,” ujar Kapolres Metro Tangerang Kota Kombespol Abdul Karim kepada awak media di lokasi pemusnahan.

Narkoba Berbagai Jenis Dimusnahkan Polisi di Tangerang. Foto Pelitabanten.com

Dengan dihadiri perwakilan dari Kejaksaan Negeri Tangerang, BNK, pengadilan serta Unsur dari pemerintah dan toko agama Kota Tangerang. Pemusnahan tersebut terlebih dulu dilakukan pengujian dari tim Labfor Polda Metro Jaya.

“Sebelum dimusnahkan dengan diblender dan dibakar, terlebih dahulu dilakukan uji Forensik untuk mengetahui keaslian isi zat yang terkandung di dalam barang bukti tersebut,” bebernya.

Lebih jauh Kapolres menuturkan, barang bukti tersebut disita dari tangan 10 orang pelaku kasus peredaran Narkotika di wilayah Kota Tangerang yang berhasil diungkap oleh jajarannya.

Para Pelaku Narkoba (orange). Foto Pelitabanten.com

“Ini sebagai langkah kepolisian untuk meminimalisir peredaran Narkotika di wilayah Tangerang Kota demi menyelamatkan generasi bangsa kedepannya,” tegas Abdul Karim.

Para pelaku kini diamankan di mapolres guna mempertanggungjawabkan perbuatannya dengan dijerat pasal 114 ayat 2 Jo pasal 132 ayat 1 subsider pasal 112 ayat 2 UU RI No.35 tahun 2009 tentang Narkotika serta Pasal 197 UU RI No.36 tahun 2009 tentang kesehatan.

“berbagai pasal diterapkan sesuai pelanggarannya, dengan ancaman minimal 5 tahun dan paling lama 20 tahun atau seumur hidup dan atau pidana mati,” tukasnya (Iwan K. Halawa).