Hari Anti Korupsi Sedunia dan Komitmen Pemkot Tangerang

Hari Anti Korupsi Sedunia dan Komitmen Pemkot Tangerang
di Hari Anti Korupsi Sedunia, Arief Sampaikan Komitmen Pemkot Tangerang. Foto Pelitabanten.com (Dok.Ist)

Pelitabanten.com — Didaulat sebagai salah satu narasumber dalam acara Talkshow dengan tema “Langkah Maju Pemberantasan Korupsi” yang diselenggarakan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Wali Kota Tangerang Arier R. Wismansyah sampaikan komitmen Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang.

Komitmen untuk senantiasa menjalankan pola pemerintahan yang bebas dari tindak pidana korupsi.

Talkshow “Langkah Maju Pemberantasan Korupsi” di Jakarta. Foto Pelitabanten.com (Dok.Ist)

Acara yang digelar dalam rangka memperingati Hari Anti Korupsi Sedunia tersebut berlangsung di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, diikuti oleh ratusan peserta yang merupakan perwakilan Gubernur, Wali Kota, Bupati dan pimpinan lembaga tinggi negara. Senin, (9/12/2019).

“Salah satu cara yang dilakukan adalah pemberian penghasilan yang cukup,”ungkap Arief.

“Tidak hanya bagi PNS tapi juga bagi honorer yang bertugas,” tambah Dia.

“Jadi bisa bekerja fokus untuk melayani masyarakat,” imbuhnya.

Wali Kota Tangerang tersebut juga mengharapkan agar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bisa terus memberikan pendampingan bagi Pemerintah Daerah untuk menjalankan pemerintahan yang bersih dari korupsi.

“Tak hanya di lingkungan pemerintah pusat tapi juga bisa diterapkan di tiap daerah,” tandas Arief.

Talkshow di hadiri Ribuan Peserta. Foto Pelitabanten.com ( Dok.Ist)

Dalam kesempatan itu, Dirinya juga menyampaikan terima kasih kepada jajaran KPK yang telah memberikan pendampingan kepada Pemkot Tangerang.

“Sehingga proses pembangunan di Kota Tangerang bisa berjalan sesuai dengan aturan yang berlaku,” terangnya.

Untuk diketahui, selain Wali Kota Tangerang dalam talkshow tersebut turut pula menghadirkan sejumlah narasumber lain diantaranya Menteri Keuangan RI Sri Mulyani, Menteri KLHK Siti Nurbaya, Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah, serta Gubernur Papua Lukas Enembe.