Fashion Carnaval di Festival Budaya Nusantara III Ajang Kreatifitas Peserta

Fashion Carnaval di Festival Budaya Nusantara III Ajang Kreatifitas Peserta
Fashion Carnaval Festival Budaya Nusantara III Kota Tangerang. Foto Supriyadi Pelitabanten.com

KOTA TANGERANG, Pelitabanten.com — Hari kedua Festival Budaya Nusantara III tampilkan Kreatifitas peragaan busana karnaval (Fashion Carnaval). Jum’at (6/12/2019).

Festival Budaya Nusantara yang diadakan Dinas Budaya dan Pariwisata Kota Tangerang digelar di pusat pemerintahan Kota yang berlangsung sejak 5-8 Desember 2019 disambut antusias masyarakat.

Fashion Carnaval sendiri diikuti 12 Grup peserta yang tampil penuh warna dengan berbagai ragam bentuk kreatifitas.

Berbagai kreatifitas ditampilkan para peserta mulai dari bentuk bangunan yang menjadi icon Kota Tangerang seperti Bendungan Pintu Air Sepuluh, Jembatan Berendeng, Jam Gede Jasa, hingga busana berbentuk bunga anggrek, burung garuda, dan burung cendrawasih.

Salahsatu peserta Fashion Carnaval Festival Budaya Nusantara III. Foto Pelitabanten.com

Salahsatu peserta, Mutiara Fathia (20) Warga Tangerang ini mengaku sengaja mengkonsep icon-icon kota Tangerang bersama keluarga, dibantu Naila Tazkia (11) yang mengusung icon Pintu Air Sepuluh dan Athiatul Rahma azahra (10) mengusung icon Jam Gede Jasa.

“Temanya Wonderful Icon of Tangerang City,” Kata Ara yang merupakan mahasiswi semester V di Institut Kesenian Jakarta (IKJ) kepada Pelitabanten.com

Sanggar Lumintu, Peserta Fashion Carnaval Yang Mengusung Konsep Daur Ulang Sampah. Foto Supriyadi Pelitabanten.com.

Selain itu, ada Sanggar Lumintu dengan konsep busana berbahan sampah plastik daur ulang yang dianyam dijadikan busana dalam karnaval tersebut.

Aulia selaku pemilik sanggar menjelaskan bahwa dirinya ingin berpartisipasi menularkan budaya mendaur ulang sampah menjadi produk kreatif dalam acara Festival Budaya Nusantara yang sudah diadakan ketiga kalinya di Kota Tangerang.

“Melihat sejarah kota Tangerang yang dulu memiliki komoditi produk anyaman,  dalam kesempatan ini saya usung konsep busana anyaman dari bahan daun pandan dipadukan dengan anyaman berbahan sampah plastik bekas industri yang ada di kota Tangerang. Dan dua model usia 8 dan 9 tahun sengaja saya ikut sertakan agar mengedukasi mereka dan pentingnya budaya daur ulang sampah,” jelas Aulia peserta asal Ciledug Kota Tangerang.

Tak hanya dari Kota Tangerang, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata kota Bekasi pun mengirim 2 (dua) grup untuk memeriahkan acara tahunan kebanggaan warga kota Tangerang ini.

Usai para peserta menampilkan berbagai busana kreatif, Juri berlatar Mahasiswa Fakultas Teknik jurusan Tata Busana langsung mengakumulasi nilai para peserta, berikut tiga teratas perolehan nilai dari para dewan juri.

Di posisi pertama diraih Sanggar Bintang Pelangi dengan perolehan nilai 2.745 poin, disusul posisi kedua dari Sahabat Sampah Disbudpar Kota Bekasi yang mendapatkan nilai 2.640 Poin dan pemenang ketiga diperoleh Mutiara Fathiah dengan perolehan nilai 2.480 poin.

Menurut keterangan panitia, Ketiga peserta peraih nilai tertinggi akan diberikan hadiah secara simbolis pada penutupan acara Festival Budaya Nusantara III, Minggu (8/12/2019).