Airin Sampaikan Nota Pengantar Rancangan Peraturan Daerah

Airin Sampaikan Nota Pengantar Rancangan Peraturan Daerah
Airin Sampaikan Nota Pengantar Rancangan Peraturan Daerah. Foto Pelitabanten.com (Ist)

SELATAN, Pelitabanten.com — Walikota Selatan (Tangsel) Airin Rachmi Diany menyampaikan nota pengantar rancangan peraturan daerah tentang pertanggungjawaban pelaksanaan APBD tahun 2020.

Penyampaian tersebut dijelaskan Wali Kota Tangsel tersebut dalam Paripurna pada Kamis, (7/11/2019).

Dalam penyampaian pertanggungjawaban pelaksanaan APBD tahun 2019 tersebut, Airin mengatakan bahwa nota keuangan tersebut berdasarkan dokumen yang berisi penjabaran visi, misi, tujuan dan sasaran pembangunan daerah.

Paripurna DPRD Tangsel. Pelitabanten.com (Ist)

“Hari ini dalam bentuk pertanggungjawaban, dimana RAPBD ini berdasarkan kepada kota Tangsel,” katanya.

Dalam Realisasi Anggaran, Airin menyampaikan Target Pendapatan Daerah sebesar Rp. 3.529.088.165.781 yang terdiri dari : Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp. 2.000.190.932.000, Pajak Daerah Rp. 1,716.350.000.000, Retribusi Daerah Rp. 111.022.000.000 dan pendapatan lain-lain yang sah Rp.172.818.932.000.

Kemudian, lanjut Airin, Dana Perimbangan direncanakan sebesar Rp.838.250.368.369 yang terdiri dari Dana bagi hasil pajak/bukan pajak sebesar Rp.228.675.290.369, Dana Alokasi Umum (DAU) Rp.609.575.078.000.

Baca Juga:  Vitamin Sea UMN Selalu Aware Terhadap Polusi Plastik

Pendapatan Daerah lain-lain yang sah direncanakan Rp.690.646.865.412 terdiri dari : sebesar Rp.88.517.000.000, Dana bagi hasik pajak dari Provinsi dan Pemerintah Daerag lainnya Rp.602.129.865.412

Airin mengungkapkan, untuk Rencana Daerah tahun 2020 sebesar Rp.3,921.364.967.518 yang terdiri dari Tidak Langsung sebesar Rp.1.085.016.705.359 yang meliputi : Belanja Pegawai sebesar Rp.965.989.277.574, Belanja Hibah Rp. 109.872.848.843, Belanja Bantuan Sosial Rp.857.000.000, Belanja Bantuan Keuangan Kepada Partai Politik Rp.1.958.112.000, Belanja tidak terduga Rp.6.339.466.942

Langsung sebesar Rp.2.836.348.262.159 terdiri dari Belanja Pegawai Rp.473.890.476.800, Belanja Barang dan jasa Rp.1.198.395.645.744 dan Belanja Modal Rp.1.164.062.139.615

“Seluruh langsung tersebut terdistribusi kedalam 107 dan 1.460 kegiatan,” ujarnya.

Airin menuturkan, untuk sebesar Rp.413.616.801.737, pengeluaran pembiayaan sebesar Rp.22.340.000.000.

“Untuk masih sekitar 400 ratusan,” ungkapnya