Beranda Pendidikan Cegah Terjerat UU ITE, KNPI Kota Tangerang Gelar Pelatihan Hukum

Cegah Terjerat UU ITE, KNPI Kota Tangerang Gelar Pelatihan Hukum

Cegah Terjerat UU ITE, KNPI Kota Tangerang Gelar Pelatihan Hukum
Pelatihan Hukum Pemuda Kota Tangerang, tentang UU ITE. Foto Supriyadi Pelitabanten

KOTA TANGERANG, Pelitabanten.com–Bidang Advokasi Hukum dan HAM KNPI menggelar pelatihan hukum bagi pemuda, di Aula Kecamatan Cipondoh (20/10/19) Minggu.

Pesatnya kemajuan komunikasi dan informasi khususnya di kalangan pemuda. dijadikan pembahasan dalam pelatihan tersebut, Bidang Advokasi Hukum dan  memberikan tema “Jarimu Harimaumu“.

Ketua KNPI dalam pembukaan dan sambutannya.
Foto Huda Pelitabanten

Dua orang berpengalaman dalam bidang Hukum terkait dihadirkan oleh panitia sebagai narasumber dalam pelatihan tersebut, Randi Ariana dan  Dadang Harli Saputra, dua narasumber yang berpangkat “dua melati mas” di institusi Kepolisian.

Peserta yang hadir dijelaskan mengenai bahaya kabar bohong (HOAX) dan ujaran kebencian yang dijerat oleh , dengan ancaman hukuman yang berat. Selain itu, ragam kejahatan yang kerap dilakukan dengan komunikasi dan informasi dijabarkan oleh narasumber.

Baca Juga:  Berbagi Tips Galang Dana Secara Kreatif, Sahabat Pelajar Kota Tangerang Gelar Workshop Fundraising Bagi Pelajar
Narasumber saat menjelaskan di hadapan peserta. Foto Supriyadi Pelitabanten

“Dari hasil riset kami, usia rentan terpapar bahaya HOAX di kalangan pemuda menduduki peringkat pertama, karena minimnya literasi, dan yang kedua di kalangan usia 35 tahun ke atas. Beralasan ingin dianggap eksis, biasanya para penyebar hoax tanpa mengecek kebenarannya langsung dibagikan lagi ke media jejaring sosial ataupun grup pesan WhatsApp dan sejenisnya,” jelas Randi Ariana selaku narasumber seusai salahsatu peserta pelatihan bertanya.

Narasumber saat menjelaskan di hadapan peserta. Foto Supriyadi Pelitabanten

Dadang Harli Saputra, yang juga Dosen salahsatu perguruan tinggi di Banten menceritakan ragam dan yang dilakukan di media jejaring sosial. Banyaknya kasus yang sempat diberitakan dibeberapa media massa, pemuda yang hadir dalam pelatihan tersebut dapat lebih bijak dan teliti menggunakan komunikasi dan informasi.

“Ada banyak kasus penipuan, contohnya di akun facebook dipasang wajah tampan, dan umumnya wanita yang menjadi terkena rayuan, hingga bisa transfer puluhan juta rupiah, setelah ditelusuri ternyata wajah asli orang tersebut tidak tampan seperti di Facebook. Hingga kasus pelecehan seksual ataupun akibat “Video Call” yang ke arah perilaku seks, jadi hati-hati, obrolan itu bisa terekam, dan biasanya Korban langsung diperas dengan video ini” ungkap Dadang di hadapan peserta.

Baca Juga:  Raih Rekor MURI, Video Pembelajaran Guru Hebat Ada di Aplikasi Tangerang LIVE

Di akhir pelatihan, para pemuda diharapkan dengan lebih bijak dalam menggunakan gawai, dengan informasi dalam genggaman tangan. Pemuda kedepannya harus meraih prestasi dan paham terhadap agar tidak terjerat kasus hukum.

“Think Before Click, sebelum kita membagikan informasi apapun, cek ricek kroscek, seperti kata para narasumber, pemuda millenial harus lebih Cerdas dengan kecanggihan teknologi, Informasi kalo belum jelas sudah stop, komentar pun harus hati-hati, jangan sampai jarimu jadi Harimaumu,” tutup sang Moderator acara, Anggi.