Minggu Depan, Gubernur dan ASN Bangun Masjid Negeri Diatas Awan Citorek Lebak Banten

Minggu Depan, Gubernur dan ASN Bangun Masjid Negeri Diatas Awan Citorek Lebak Banten
Jalan Menuju Kawasan Wisata Negeri Diatas Awan. Foto Pelitabanten.com (Ist)

LEBAK, Pelitabanten.com — Gubernur Banten, Wahudin Halim mengatakan, program pembangunan yang telah dilakukan Pemerintah Provinsi akan lebih baik jika dilengkapi dengan pembangunan fasilitas-fasilitas pendukung yang diprakarsai para (Aparatur Sipil Negara) ASN.

Upaya tersebut akan dimulai dengan pembangunan masjid di Kawasan Wisata Negeri Diatas Awan, Citorek, Lebak, Banten.

“Seperti halnya ketika kita sudah membuka akses dan membangun Jalan Citorek menuju wisata Negeri Diatas Awan, maka kita lengkapi fasilitasnya. Makanya kita sepakat akan membangun mesjid di Puncak Negeri Diatas Awan seperti layaknya At-Ta’awun, Puncak, Bogor,”ujar Gubernur Wahidin Halim.

Indahnya Negeri Diatas Awan Citorek, Lebak Banten. Foto Pelitabanten.com (Ist)

Pembangunan Masjid tersebut, jelas Gubernur, rencananya membutuhkan anggaran sebesar Rp 200 juta dan akan dibangun dengan dana yang bersumber dari ASN melalui infaq.

Sementara dari Gubernur sendiri sebesar Rp 50 juta, serta Wakil Gubernur Andika Hazrumy dan Sekretaris Daerah (Sekda) Banten Al Muktabar yang akan ikut menyumbang.

“Ini membuktikan bahwa dengan bekerjasama, kita mampu membangun dan memberikan pelayanan terhadap masyarakat meskipun tanpa APBD,”kata Dia

“Minggu depan akan kita mulai peletakan batu pertamanya. Insyaallah akan berkah dan jadi ladang pahala, karena selain untuk memfasilitasi ibadah ummat muslim yang berkunjung, juga mencegah tempat wisata ini dijadikan tempat maksiat,”terang Gubernur.

Gubernur menjelaskan, hal ini dilakukan agar potensi yang dimiliki daerah dapat memberikan kebermanfaatan bagi masyarakat termasuk ASN tidak hanya lahir tapi juga aspek bathin sebagai ladang pahala.

Melihat Matahari Terbit, di Negeri Diatas Awan. Foto Pelitabanten.com (Ist)

Kata Dia, Jika diperlukan, masjid tersebut nantinya dapat dikelola oleh ASN atau dengan pembiayaan dari APBD Pemprov Banten agar tetap terawat dan sesuai fungsinya.

“Alangkah indahnya di puncak ketinggian itu ada berkumandang suara adzan. Nanti pengelolanya bisa dari ASN juga, atau kalau perlu kita biayai, kita beri gaji ASN itu agar masjidnya terawat dan berfungsi dengan baik,”imbuhnya

Wahidin berharap, kebiasaan bergotong-royong antar ASN semacam ini dapat terus berlanjut bahkan dapat menginspirasi ASN di instansi atau daerah lain di Indonesia. Sehingga, nantinya dapat terwujud hubungan yang lebih harmonis antara ASN sebagai pelayan masyarakat dengan masyarakat itu sendiri.

“Karena sebagai warga negara yang hidup berdampingan, apapun agama, ras dan budayanya kita tetap berasal dari ibu pertiwi yang sama, ya semua kita bersaudara,”tegasnya.