1 Milyar, Bayi Kembar Siam di Tangerang Segera Operasi

1 Milyar, Bayi Kembar Siam di Tangerang Segera Operasi
Ardi dan Ardan Bayi Kembar Siam di Tangerang Segera Operasi. Foto Pelitabanten.com (Ist)

KOTA TANGERANG, Pelitabanten.com — Bayi kembar siam anak dari pasangan Hesti Novianti, (28) dan Berry, (29) yang berdomisili di RT 03 RW 03 Kelurahan Batujaya, Kecamatan Batuceper Kota Tangerang. Yang lahir dengan kondisi organ hati menempel atau kembar siam akan segera dioperasi untuk memisahkan tubuh mereka.

Ananda yang bernama Ardi Firdaus dan Ardan Firdaus, bertahan hidup selama 11 bulan dalam keadaan menempel. Menurut Sang Ibu, penggalangan dana yang dibuka secara umum melalui situs _kitabisa.com_ untuk operasi anak kembarnya ini telah melebihi target.

Ia menyebut, saat ini dana yang telah terhimpun mencapai Rp 1.105.422.947 dari estimasi biaya operasi pemisahan tubuh, yaitu Rp 1.000.000.000. (Satu Miliar Rupiah)

“Alhamdulillah sudah melebihi dari target. Itu menurut saya luar biasa. Saya sampai kaget karena cuma lima hari langsung terkumpul dananya,” ujar Hesti saat ditemui awak media di rumahnya, Kamis (5/9/2019).

Hesti merupakan seorang bidan di sebuah klinik di Pasar Kemis, Tangerang. Sedangkan suaminya, Berry merupakan pedagang aksesoris di Pasar Lama Kota Tangerang.

Pasangan tersebut tidak sanggup membiayai operasi pemindahan tubuh anak kembarnya ini. Sehingga, mereka berusaha menggalang dana yang difasilitasi kitabisa.com, berharap semoga ada donatur yang peduli dengan nasib anak mereka.

Bayi kembarnya ini merupakan anak kedua dan ketiga. Sedangkan anak pertamanya bernama Alif (5) saat ini masih duduk di bangku taman kanak-kanak.

“Terimakasih banyak kepada para donatur. Saya nggak nyangka dana sebanyak itu bisa terkumpul secepat ini,” kata Hesti sambil meneteskan air mata.

Hesti mengatakan, bayi kembarnya ini dalam waktu dekat akan segera melangsungkan operasi di Rumah Sakit Harapan Kita, Jakarta. Biaya operasinya menggunakan BPJS dan hasil penggalangan dana.

“Setengah biaya operasi menggunakan BPJS dan dibantu dengan dana donasi yang uangnya sudah terkoneksi dengan RS Harapan Kita. Tanggal operasinya belum tahu kapan,” katanya.

Hesti berharap operasi pemisahan tubuh bayi kembar siamnya tersebut dapat berjalan lancar, sehingga Ardi dan Ardan dapat hidup dengan normal layaknya anak-anak umum lainnya.

“Harapan saya cuma satu, semoga operasinya lancar agar bayi saya selamat, mohon juga doakan” tutupnya.