Peristiwa Kota Tangerang RS Mulya Dipolisikan Korban Malpraktek Operasi Katarak

RS Mulya Dipolisikan Korban Malpraktek Operasi Katarak

RS Mulya Dipolisikan Korban Malpraktek Operasi Katarak
Babak Baru, Akhirnya RS Mulya Dipolisikan Pasien. Foto Pelitabanten.com (Dok.Ist)

, Pelitabanten.com — Kasus malpraktek terhadap operasi oleh RS Mulya, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang memasuki babak baru, setelah sebulan lebih menunggu janji management Sakit.

Pasien operasi katarak yang berujung infeksi (bernanah) hingga mengalami buta didampingi kuasa hukumnya setelah melakukan langsung mendatangi Mapolres Metro Tangerang Kota. Mereka tiba di kantor SPKT pada Rabu (13/03/2019) Pukul 22.30 WIB.

Kedatangan mereka ke kantor adalah untuk melaporkan peristiwa mengenaskan yang mengakibatkan Empat dari 17 orang mengalami kebutaan permanen pada sebelah matanya itu ke jalur hukum.

RS Mulya Dipolisikan Korban Malpraktek Operasi Katarak
Dugaan Malpraktek RS Mulya. Foto Ahmad Syihabudin Pelitabanten.com

Kuasa Hukum Pasien dari Kantor Hukum Indonesia Muda Hika Putra mengatakan, dari tiga yang hadir untuk melapor, satu korban telah menjalani proses berita acara pemeriksaan (BAP).

“Malam ini pasien bernama Rogayah, Cicih dan Nasar yang melapor. Kalau yang sudah di-BAP hanya Rogayah,” jelasnya.

Baca Juga:  di Kabupaten Tangerang 4 Orang Positif Covid-19

Dalam laporan tersebut, kata Hika, korban membawa sejumlah barang berupa dokumen-dokumen seperti rujukan BPJS, dokumentasi foto, hingga obat-obatan.

“Buktinya banyak, ada rujukan, obat, foto-foto sebelum dan setelah menjalani operasi katarak, yang jelas dokumen-dokumen,” katanya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, Tim Unit Reskrim Polres Metro Tangerang Kota menyambangi RS Mulya, untuk melakukan pengecekan dokumen ihwal kebenaran korban telah melakukan operasi katarak di RS Mulya pada Minggu (27/1/2019) lalu.

RS Mulya Dipolisikan Korban Malpraktek Operasi Katarak
Konferensi Pers Segera Lapor Polisi. Rabu, (13/03). Foto Ahmad Syihabudin Pelitabanten.com

“Tadi ada dua orang anggota Reskrim langsung ke rumah sakit mengecek data pasien,” tutup Hika.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Metro Tangerang Kota AKBP Deddy Supriyadi belum merespon saat dikonfirmasi terkait pelaporan tersebut.

Diberitakan sebelumnya, 17 pasien BPJS menjalani operasi katarak di RS Mulya pada Minggu (27/1/2019). Namun pasca operasi tersebut, sepekan kemudian, 15 pasien mengalami kesakitan dimatanya, mengalami infeksi karena bernanah.

Baca Juga:  Alumni Duga Furtasan Ali Berkampanye Di Posko KKM Uniba, Alumni: Ini Cara Norak dan Gratisan

Mereka pun kemudian dirujuk ke RS Cipto Mangunkusumo () untuk penanganan medis lebih lanjut. Hingga kini, berdasarkan pengakuan Tim Kuasa Hukum keluarga korban, 4 dari 15 pasien tersebut telah menjalani operasi pengangkatan mata di RSCM.

Kemarin, Rabu, (13/03) keluarga pasien bersama kuasa hukum melakukan Konferensi Pers karena sudah merasa geram lantaran atau peringatan terakhir, yang dilayangkan kepada manajemen RS Mulya pada Kamis (28/2/2019) lalu hingga kini tak digubris.