Beranda Peristiwa Kabupaten Tangerang NU Pagedangan Usung Program Pemberdayaan Ekonomi dan SDM

NU Pagedangan Usung Program Pemberdayaan Ekonomi dan SDM

NU Pagedangan Usung Program Pemberdayaan Ekonomi dan SDM
TANGERANG, Pelitabanten.com – Majelis Wakil Cabang (MWC) Nahdlatul Ulama (NU) Pagedangan, Kab Tangerang mengusung program pemberdayaan ekonomi dan sumber daya manusia (SDM).

Hal itu bertujuan untuk mengurangi kesenjangan ekonomi masyarakat di wilayahnya.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh H Nanang Kurniawan M.Pd, salah seorang Ketua pada Pengurus MWC NU Pagedangan setelah mengikuti Rapat Kerja (Raker) di Ciloto, Cianjur pada Sabtu-Minggu (15-16/12).

H Nanang Kurniawan yang maju sebagai calon anggota legislatif (caleg) Provinsi Banten dari PDI Perjuangan mengatakan, program pemberdayaan yang akan dilaksanakan tersebut guna mengangkat ekonomi masyarakat bawah.

“NU telah terbukti menjadi salah satu yang terdepan dalam membela Ulama dan NKRI. Saat ini, NU terus menerus melakukan pemberdayaan di berbagai bidang kepada masyarakat. Di wilayah Tangerang, Banten kita langsung laksanakan kegiatan pemberdayaan ini,” ujar H Nanang Kurniawan, caleg dari daerah pemilihan (dapil) Tangerang A ini.

Kegiatan pemberdayaan umat dilakukan secara merata mulai dari hal terkecil seperti program pengumpulan 1.000 koin NU. “NU Pagedangan mulai dengan pengumpulan 1000 coin NU. anggota diminta untuk mulai dengan infaq Rp 1.000, serta program pemberdayaan ekonomi lainnya yang dibutuhkan oleh masyarakat,” kata Wakil Ketua Bidang Komunikasi Politik DPC PDI Perjuangan Kab Tangerang.

Sedangkan untuk program pemberdayaan di bidang SDM, MWC NU Pagedangan akan mengirim puluhan orang untuk dididik di Universitas Multi Media (UMN).

Program di bidang ekonomi yang diusung NU Pagedangan ini sejalan gagasan ekonomi yang disampaikan oleh Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Ma’ruf Amin, beberapa waktu lalu.

KH Ma’ruf Amin menawarkan gagasan ekonominya yang disebut dengan ‘Arus Baru Ekonomi Indonesia’ agar bisa mengurangi kesenjangan ekonomi masyarakat Indonesia.

Kiai Ma’ruf menilai, sistem ekonomi lama yang menggunakan teori ‘trickle down effect’ hanya melahirkan para konglomerat dan tidak mampu mengangkat ekonomi masyarakat bawah.

Teori trickle down effect adalah kegiatan ekonomi yang yang lebih besar diharapkan dapat memberikan efek terhadap kegiatan ekonomi di bawahnya yang memiliki lingkup yang lebih kecil. Akan tetapi pada kenyataannya, teori ini tidak dapat berjalan sebagaimana mestinya. Bahkan yang terjadi justru trickle up effect atau efek muncrat ke atas.

“Karena itu sekarang pembangunanannya harus dibalik dari bawah. Pemberdayaan ekonomi umat dan umat di bawah itu kebanyakan umatnya NU,” ujar Kiyai Ma’ruf yang juga guru besar bidang Ilmu Muamalat Syariah UIN Malang ini.