Beranda Peristiwa Kota Tangerang BUMN Sarang Korupsi, JNMI Minta Rini Soemarno Mundur

BUMN Sarang Korupsi, JNMI Minta Rini Soemarno Mundur

73
BUMN
JNMI Serukan Aksi Menteri BUMN Mundur dari jabatan 19 November mendatang Foto Ist Pelitabanten.com

KOTA TANGERANG,Pelitabanten.com – JNMI (Jaringan Nasional Mahasiswa Indonesia) dalam Konsolidasinya di Banten menyerukan agar Kementerian BUMN (Badan Usaha Milik Negara), Rini Soemarno mundur dari jabatannya dan Usut tuntas Kasus Korupsi yang bersarang di tubuh BUMN. Tangerang, Jumat (9/10/18).

BUMN Sarang Korupsi, JNMI Minta Rini Soemarno Mundur
Seruan Aksi JNMI. Foto Ist Pelitabanten.com

Berbagai atribut seruan Aksi seperti Selembaran dan Spanduk sudah mulai dipasang dan dibagikan ditiap-tiap kampus, dengan tujuan untuk mengabarkan kepada seluruh mahasiswa untuk turut andil dalam aksi yang akan dilaksanakan pada tanggal 19 November 2018 mendatang di Gedung Kementerian BUMN dan KPK RI. JNMI menuntut agar Rini Soemarno selaku Menteri BUMN di copot dari jabatannya dan Usut tuntas Kasus Korupsi di BUMN.

Ketua Umum JNMI Septian, saat di konfirmasi menjelaskan Seruan Aksi tersebut dilandasi atas ketidakmampuan Rini Soemarno selaku Kementerian BUMN dalam memimpin, dan banyak permasalahan seperti kasus Korupsi yang terjadi di beberapa BUMN.

“Tujuan Kami Akan melakukan Aksi Karena ketidakmampuan Rini soemarno dalam memimpin Kementerian BUMN, banyak Permasalahan seperti terjadinya Kasus Korupsi dibeberapa BUMN seperti di PT. Nindya Karya dan PT. Tuah Sejati yang sudah ditetapkan sebagai tersangka. Dalam UU dikenakan Pasal 2 ayat (1) dan/atau Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 yang telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo pasal 55 Ayat (1) KUHP”, Ujar Septian.

Baca juga :  Pemkot Tangsel Berikan Sertifikat Halal Untuk Para Usaha UMKM

“Banyaknya BUMN yang mengalami kerugian dan mengancam Keuangan Negara. Diketahui, pada kuartal III, PLN mendapatkan pendapatan usaha sebesar Rp. 200,9 triliun, Sementara untuk laba setelah subsidi sebanyak Rp 16,6 triliun dan kerugian berada pada rugi bersih tahun berjalan yang mencapai Rp 18,4 triliun”, lanjutnya.

“Ditambah kasus dugaan korupsi pembayaran komisi fiktif asuransi minyak dan gas BP Migas-KKKS, Sampai Sekretaris Menteri BUMN dipanggill sebagai saksi untuk tersangka, Eks Dirut Jasindo, Budi Tjahjono”, Tegasnya kembali.

“Lalu apa lagi yang mau diharapkan Dalam Kepemimpinan Rini Soemarno yang tidak becus. Sudah saatnya Mahasiswa bergerak dan menuntut untuk bersih-bersih BUMN,” Ucap Septian mengakhiri.

Editor : Adin