Peristiwa Kabupaten Serang Enam Kepala Desa di Bojonegara Turun Ke Jalan Tuntut Perbaikan Jalan Rusak

Enam Kepala Desa di Bojonegara Turun Ke Jalan Tuntut Perbaikan Jalan Rusak

Enam Kepala Desa di Bojonegara Turun Ke Jalan Tuntut Perbaikan Jalan Rusak
Enam Kepala Desa Lakukan aksi turun ke jalan, memblokir jalan Bojonegara sambil menghalangi dengan mobil pribadi. Kamis (14/4/2016)

SERANG, Pelitabanten.com – Jalan berlubang yang terjadi di jalur Pangarengan-Purwakarta atau tepatnya di Desa Lambang Sari, Bojonegara, , dibiarkan begitu saja selama bertahun-tahun. Akibatnya, jika turun , jalan tersebut menjadi becek dan menimbulkan kolam kobakan air hujan yang kotor. Tidak hanya itu, dalam kondisi kering pun, sepanjang jalan menjadi berdebu dan tidak terawat, dan tidak sedikit para pengendara terpeleset akibat jalan rusak.

Sebagai bentuk protes kepada pihak yang berwenang, enam di Kecamatan Bojonegara, Kabupaten Serang, kompak melakukan aksi blokir jalan dengan menggunakan pribadinya masing-masing, Kamis (14/4/2016).

Enam kepala desa tersebut di antaranya Kepala Desa Lambang Sari, Karang Kepuh, Pangarengan, Pakuncen, Mekar Jaya dan Ukir Sari. Aksi dari perangkat kepala desa yang berlangsung di Desa Lambang Sari, jalan masuk menuju PT BAM, mendapat pengawalan ketat pihak kepolisian dari Polsek Bojonegara.

Baca Juga:  Kuota Haji Provinsi Banten 2017 Meningkat Sebanyak 9.420 Jamaah

Kepala Desa Lambang Sari, Rajudin menjelaskan, aksi blokade ini dilakukan di jalur yang menghubungkan enam desa yakni, Desa Lambang Sari, Desa Karang Kepuh, Desa Bojonegara, Desa Ukirsasi, Desa Mekarjaya dan Desa Pakuncen. Ia mengaku geram karena jalan di wilayah itu sudah lama dibiarkan rusak.

“Sudah sejak lama jalan ini rusak, dari tahun 1996 sampai sekarang jalannya rusak. Jalan ini kan menghubungkan 6 desa, tapi kenapa sudah lama tidak juga diperbaiki,” kata Rajudin.

Dengan aksi pemblokiran jalan tersebut, ia menuntut agar jalan tersebut diperbaiki. “Kita menuntut jalan sepanjang 2 Km ini diperbaiki. Karena akses jalan ini menghubungkan enam lingkungan dari enam . Sebelum masyarakat yang melakukan aksi, jadi kita saja terlebih dahulu yang bergerak,” ujarnya.

Lebih lanjut Rajudin mengatakan para instansi terkait perbaikan jalan, baik dari pemerintah maupun pihak swasta, khususnya PT. BAM, untuk segera bertindak cepat dan merespon keluhan masyarakat tertsebut.

Baca Juga:  Diversifikasi Tembakau Akan Mematikan Kehidupan Petani

“Kita ingin mendapat perbaikan dari pemerintah atau swasta. Apalagi di jalan ini lalu lalang kendaraan PT. BAM yang membawa batu, tapi tidak juga memberikan perhatiannya kepada masyarakat sekitar sehingga banyak anak kecil yang menghisap debu. Jika hujan jalan becek sehingga warga banyak yang protes,” katanya.