Beranda Opini Politisi PAN : Antara Gempa dan Adopsi Ilegal

Politisi PAN : Antara Gempa dan Adopsi Ilegal

Politisi PAN : Antara Gempa dan Adopsi Ilegal
Syarifah Dwi Meutia Sari ( Foto Istimewa )

SERANG,Pelitabanten.com,– Gempa di Donggala, Palu, dan di Sigi menjadi duka dan luka bagi bangsa Indonesia. Ribuan nyawa melayang, ratusan orang dinyatakan hilang yang lebih tragis ratusan anak kehilangan orang tua.

Partai Amanat Nasional (PAN) Syarifah Dwi Meutia Sari menghimbau semua pihak untuk melindungi perempuan dan anak dari ancaman perdagangan orang atau adopsi illegal.

Saat ini, lanjutnya banyak orang berdatangan ketempat penampungan anak-anak gempa Sulteng tersebut dan berebut ingin mengadopsi anak-anak korban gempa.

“Pada saat situasi pasca bencana seperti ini memang kita berjuang dengan berbagai keterbatasan, namun para perempuan dan anak-anak harus hati-hati jangan sampai ada kasus Adopsi Ilegal,” bebernya, Rabu (17/10/2018).

Sebab menurutnya, dalam undang-undang Perlindungan Anak, syarat untuk melakukan adopsi memang sangat ketat sepeti harus ada catatan sipil, surat usul anak, surat domisili dan laporan perkembangan anak.

Baca Juga:  Etika dan Netralitas Aparatur Sipil Negara

Apalagi saat ini, dikatakan Syarifah berkembang di tentang kabar hoax adopsi sebanyak 84 anak gempa palu dan donggala yang sementara di tampung di Makasar melalui pesan berantai.

“Saya sangat bersedih atas yang melanda negeri ini, tapi kita tidak boleh patah semangat, kita tetap harus berjuang untuk mempertahankan kehidupan kedepan,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa harus tetap waspada terhadap potensi seksual yang dapat terjadi kepada perempuan dan anak.

“Semua pihak harus memastikan setiap anak mendapatkan perlindungan dalam situasi bencana,” tandas wanita lulusan Universitas Airlangga ini mengakhiri.