Beranda Opini Ridwan Saidi : Suara Azan Alirkan Gelombang Bersih

Ridwan Saidi : Suara Azan Alirkan Gelombang Bersih

137
Ridwan Saidi : Suara Azan Alirkan Gelombang Bersih
Budayawan Ridwan Saidi Foto Istimewa

JAKARTA,Pelitabanten.com,– Budayawan dan sejarawan Ridwan Saidi menjelaskan azan bukan saja panggilan sholat namun memiliki enerji semesta yang mampu melahirkan gelombang bersih pada jiwa setiap manusia. Melalui gelombang bersih itu manusia bisa melahirkan peradaban yang kokoh.

Demikian disampaikan Ridwan Saidi saat membuka pameran lukisan Panggung Azan di Gedung Kesenian Jakarta, Pasar Baru, Jakarta, 15 Oktober 2018. Pameran yang diselenggarakan oleh Pesantren La Tansa bekerjasama dengan Walicare dan Dewan Kesenian Banten merupakan rangkaian acara Khusyu’ Negeriku dalam rangka menyambut Hari Santri Nasional 2018.

Ridwan Saidi : Suara Azan Alirkan Gelombang Bersih Ridwan Saidi : Suara Azan Alirkan Gelombang Bersih
Pembukaan pameran lukisan Panggung Azan di Gedung Kesenian Jakarta, Pasar Baru, Jakarta (15/10/21018) Foto Istimewa

“Azan adalah manifestasi rasa syukur kita terhadap Allah dan sebagai cara kita berkomunikasi dengan alam semesta dan manusia. Komunikasi yang bersifat spiritual ini hanya bisa ditangkap kalau jiwa kita selalu terbuka terhadap hal-hal yang positif,” jelas budayawan yang akrab disapa Babeh Ridwan.

Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa banyak gelombang kotor yang lalu lalang dalam kehidupan berbangsa dan bernegara yang tercipta dari niat yang kotor, perkataan yang kotor, tulisan yang kotor, dan perbuatan yang kotor.

“Telah lama politik negeri ini melahirkan gelombang kotor. Hoaks dan serangan politik yang tidak berdasar adalah contoh gelombang kotor yang bisa menghancurkan peradaban di negeri ini,” tegasnya.

Baca juga :  SMKN 1 Tangsel Gelar Hajatan Demokrasi Lewat Pemilihan Ketua OSIS Baru

Pameran Lukisan Panggung Azan diikuti oleh 11 pelukis nasional, antara lain: Arif Conte, Syis Paindow, Guntur Wibowo, Agus Junawan, AR Tanjung, Sukamto, dan Ibnu Alwan.

Sementara Pimpinan Pesantren La tansa KH Adrian Mafatihullah Kariem mengatakan bahwa lukisan adalah ikhtiar manusia untuk melihat keindahan yang mampu menyinari kehidupan manusia.

“Ketika azan menemukan bahasa visual, kita melihat keindahan baru dalam kehidupan manusia. Seni dengan begitu adalah jalan manusia menemukan jiwanya,” jelas Kyai Adrian.