Beranda Budaya Dewan kesenian Banten Gelar Lomba Film Pendek Berbasis Smartphone

Dewan kesenian Banten Gelar Lomba Film Pendek Berbasis Smartphone

96
Dewan kesenian Banten Gelar Lomba Film Pendek Berbasis Smartphone

SERANG,Pelitabanten.com,–Setiap generasi memiliki pola pikir, nilai-nilai dan perilaku yang khas, bersama dengan keterampilan, atribut, kapasitas, minat, harapan dan modus operandi yang langsung terkait dengan lokasi generasinya.

“Generasi Milenial” Setidaknya ada 4 karakter utama yang menandai keunikan personal dan sosial Generasi Milenial, yakni terbuka (open-minded), kreatif (creative), terhubung (connected), dan percaya diri (confidence).

Generasi Milenial adalah generasi yang lahir di era milenium, tumbuh dalam rumah tangga dengan fasilitas komputer pribadi (PC) dan dibesarkan di lingkungan yang terus menerus terpapar media digital.

Generasi Milenial adalah generasi yang “melek teknologi” (tech-savvy) dan selalu terhubung dengan berita, hiburan, dan jaringan sosial online melalui perangkat elektronik pribadi, komputer/laptop dan ponsel pintar (smartphones). Generasi Milenial cenderung memanfaatkan teknologi digital dan jaringan sosial online untuk mempermudah segala aktivitas, tak terkecuali aktivitas seni dan budaya.

Perkembangan teknologi digital dan jaringan sosial online bukan hanya telah menyediakan ruang baru bagi Generasi Milenial untuk memperkuat otonomi artistik dan independensinya dari industri budaya mainstream, tetapi juga telah menggeser idealisme “do-it-yourself” (DIY)—yang pernah dipegang teguh oleh komunitas-komunitas indie—ke idealisme baru “do-it-together”. Interseksi antara jaringan offline dan online yang menandai dinamika industri budaya (culture indutry) pada hari ini telah memberikan peluang baru bagi Seniman Milenial untuk membangun interaksi artist-to-artist, artist-to-fan, artist-to-company/label dan artist-to-retailer secara lebih bermakna baik secara sosial, kultural maupun
ekonomi.

Baca juga :  Soal Keterlibatan ASN, Bawaslu dan Asda Kota Serang Tak Satu Suara

Merujuk pada fenomena sosial di atas, Dewan Kesenian Banten (DKB) akan menggelar Lomba Film Pendek berbasis Smarphone yang bertajuk “Banten Keren”. Berikut ulasannya:

Syarat dan Ketentuan:

1. Peserta adalah warga Banten dan terbuka untuk semua kalangan (pelajar, mahasiswa, dan umum)

2. Film pendek bergaya milenial dan tidak mengandung unsur sentimen SARA, pornografi, kekerasan, serta promosi produk komersial.

3. Lokasi syuting harus berada di wilayah Banten (ruang publik, destinasi wisata, kawasan cagar budaya, tempat peribadatan, dll). Lokasi syuting harus disebutkan dalam credit title.

4. Durasi film minimal maksimal 10 menit, termasuk credit title dan opening

5. Produksi film pendek harus menggunakan media kamera gadget android dan sejenisnya

6. Film pendek yang diikutsertakan lomba merupakan karya baru, orisinil, bukan hasil jiplakan atau mengambil sebagian hak cipta orang lain dan belum pernah diikutsertakan dalam perlombaan sejenis.

7. Bahasa yang digunakan menggunakan bahasa Indonesia. Jika menggunakan bahasa asing atau bahasa daerah diwajibkan untuk menyertakan terjemahan dalam Bahasa Indonesia.

8. Penjurian sangat memperhatikan kualitas gambar, tata suara dan isi dari film pendek sebagai poin penting dalam penilaian

Baca juga :  Dewan Kesenian Banten Rilis Nama Peserta Banten Biennale 2017

Mekanisme Pengiriman:

1. Materi Film Pendek dikirimkan dalam format MP4 melalui email: [email protected]

2. Peserta wajib menyertakan identitas pengirim, seperti: nama tim, sinopsis, judul, lokasi syuting dan nomor kontak yang bisa dihubungi.

3. Lomba Film Pendek BANTEN KEREN dikirimkan paling lambat pada hari Minggu, 14 Oktober 2018.

4. Pemenang Lomba Film Pendek BANTEN KEREN akan diumumkan pada Sabtu, 20 Oktober 2018

Pemenang Pertama: 3 Juta Rupiah, Tropi, Buku dan Sertifikat
Pemenang Kedua: 2 Juta Rupiah, Tropi, Buku dan Sertifikat
Pemenang Ketiga: 1 Juta Rupiah, Tropi, Buku dan Sertifikat.

“GRATIS!!!”

Narahubung :
Arie Siswana (0859-4545-2019)