Beranda Peristiwa Kota Tangerang Aliran Air Bersih Disoal Warga, Begini Penjelasan Dirut PDAM TB

Aliran Air Bersih Disoal Warga, Begini Penjelasan Dirut PDAM TB

40
Aliran Air Bersih Disoal Warga, Begini Penjelasan Dirut PDAM TB

TANGERANG, Pelitabanten.com – Aliran air bersih di wilayah Kelurahan Kunciran Indah, Kecamatan Pinang Kota Tangerang yang kerap Kecil dan kadang mengalir kadang tidak mengalir ternyata disebabkan karena kondisi air baku yang kurang bagus dan padatnya frekwensi penggunaan air warga pada jam jam tertentu.

Hal itu disampaikan Direktur Utama (Dirut) Perusahaan Daerah Air Minum Tirta Benteng (PDAM TB), Sumarya dihadapan awak media saat berada di ruang rapat, pada Senin (10/9/2018).

” Terkait Adanya laporan masyarakat, bahwa aliran air mati di wilayah Kunciran Indah ternyata benar. Hal itu saya ketahui ketika saya meninjau langsung kelokasi guna memastikan kebenarannya,” ujar Sumarya.

Awalnya kata Sumarya, informasi belum dapat dipastikan kapan air bersih mengalir di wilayah Kunciran. Setelah dilakukan pengecekan, diketahui bahwa air bersih mengalir pada saat jam puncak, dimana aktivitas warga sedang padat.

” Pada mulanya informasi ini masih simpang siur, kapan air ini mengalir, sebulan, seminggu, atau sehari. Setelah saya cek ke lokasi ternyata benar bahwa aliran air bersih di wilayah tersebut (Kunciran Indah-Red) sering mati,” katanya.

Lebih lanjut Sumarya menjelaskan, air bersih dioperasikan pada jam puncak, yakni pukul 11.00 hingga pukul 12.00 WIB . Hal tersebut menurutnya dilakukan bertujuan agar para pelanggan di wilayah tersebut tetap menerima air.

” dikarenakan air baku saat ini kurang bagus, sehingga kita menurunkan kuantitas produksi. Apabila dipaksakan, khawatirnya air dapat mengalir banyak namun kurang bagus. Jadi, kami berupaya mengoperasikan air yang ada, agar masyarakat tetap mendapatkan air bersih walaupun mengalirnya tidak deras,” jelasnya.

Lanjut Dirinya, untuk suplay air bersih di wilayah Kunciran Indah PDAM TB bekerjasama dengan pihak ke Tiga, yaitu Bintang Heaten Jaya (BHJ). Dalam kerjasama itu pihak BHJ mengalirkan air dengan kecepatan 30 liter/detik.

“Saat ini untuk di wilayah Kunciran kita hanya dapat memaksimalkan kondisi yang ada. Pihak BHJ juga tidak bisa mendistribusikan air lebih, karena sudah sesuai dengan perjanjian yang telah disepakati bersama pada tahun 2011,” Paparnya.**

Azis/Adin