Beranda Peristiwa Nasional Menteri Enggartiasto Lukita dan Airlangga Hartarto Beri Kuliah Umum di UPH

Menteri Enggartiasto Lukita dan Airlangga Hartarto Beri Kuliah Umum di UPH

116
Menteri Enggartiasto Lukita dan Airlangga Hartarto Beri Kuliah Umum di UPH

KABUPATEN TANGERANG, PelitaBanten.com – Menteri Perdagangan RI Enggartiasto Lukita dan Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto memberikan kuliah umum di hadapan 3.500 mahasiswa baru Universitas Pelita Harapan (UPH) di lapangan basket kampus tersebut, di kawasan Lippo Karawaci, Kabupaten Tangerang, Rabu siang 15 Agustus 2018.

Kuliah umum dua menteri ekonomi tersebut dalam rangkaian UPH Festival 25 yang digelar mulai 15 Agustus 2018 sampai 18 Agustus 2018.

Menteri Perdagangan RI, Enggartiasto Lukita mengingatkan kepada para mahasiswa UPH agar jangan pernah mensia-siakan waktu. Dikatakannya, sebegai generasi bangsa masa depan hendaknya memanfaatkan waktu belajar ini dengan semaksimal dan efektif mungkin.

“Raihlah kesempatan yang ada. Gantungkan lah cita-cita setinggi-tingginya untuk meraih masa depan,” tegas Enggartiasto Lukita.

Menteri Perdagangan juga mengungkapkan latar belakang pendidikan dirinya dari IKIP Bandung. Pendidikan di Indonesia, kata Engartiasto mengikuti apa yang diarahkan guru dan menghafal.

Sedangkan di negara maju, ujar Menteri Perdagangan, anak-anak didorong dan dirangsang untuk berani bertanya kepada guru.

“Generasi muda harus berani. Saudara harus memberi kontribusi bagi kepentingan negara. Kami sudah mengembangkan semua infrastruktur. Harapan dan peluang itu besar. Segera selesaikan sekolah, maka beban orang tua berkurang dan lebih cepat meraih cita-cita di dalam kehidupan nyata,” pesan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita.

Baca juga :  Golkar Kompak Mendukung Airlangga Hartarto CAWAPRES Joko Widodo

Dalam kesempatan itu ia juga mendorong anak muda untuk lebih peduli dan terbuka. Dalam kehidupan keseharian, tegas Enggartiasto generasi muda jangan bersikap eksklusif, jangan sombong, karena kita hidup dalam negara Indonesia berdampingan dan damai.

“Jagalah persatuan dan kesatuan bangsa dalam bingkai NKRI,” ujar Menteri Perdagangan.

Sementara itu Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto dalam kuliah umum tersebut menyampaikan mengenai revolusi industri keempat.

Diungkapkan Menteri Perindustrian, revolusi industri keempat di China dengan kecepatan, di Jerman dengan teknologi, Jepang dan Korea dengan skill.

“Khusus di Indonesia kita punya keunggulan yakni jumlah penduduk besar, bonus demografi dan talenta. Talenta itu termasuk yang anda yang ada di ruangan ini,” papar Airlangga Hartarto yang juga ketua umum salah satu partai politik.

Lebih lanjut Airlangga Hartarto menjelaskan, ada lima sektor utama di bidang industri yang menopang ekonomi nasional. Kelima bidang industri utama itu makanan minuman, tekstil dan alas kaki (footwear), otomotif alat transportasi, kimia dan terakhir elektronik.

Kepada para mahasiswa UPH Menteri Perindustrian RI Airlangga Hartarto mengungkapkan tantangan yang harus dikuasai untuk memenangkan persaingan di era revolusi industri keempat ini.

Baca juga :  Jenderal Gatot Nurmantyo: Kesetiaan TNI Tidak Diragukan Untuk Bangsa Indonesia

Disebutkannya tantangan yang harus dikuasai itu internet of things, artificial inteligence, new materials, big data, robotics, augnanted reality.

Sementara, Dilo mahasiswa dari Prodi Ketahanan Pangan dalam sesi tanya jawab dengan Menteri Perindustrian yang dipandu Rektor UPH, Jonathan L Parapak, mempertanyakan dampak pelemahan rupiah bagi industri nasional.

Menurut Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, soal pelemahan rupiah ini telah dibahas dalam rapat kabinet. Dari pelemahan rupiah ini ada beberapa komoditas yang diuntungkan, di antaranya hasil perkebunan seperti kelapa sawit dan lain-lain.

“Pemerintah menekankan untuk mengurangi produk impor,” jawab Menteri Perindustrian.

Victor, mahasiswa UPH asal Kupang menanyakan lapangan pekerjaan yang sempit sehingga di kampungya banyak usia angkatan jadi TKI.

Menjawab pertanyaan Victor, Menteri Perdagangan menjelaskan pemerintah menerapkan program link and match di tingkat pendidikan SMK. Ini dimaksudkan agar mereka selepas sekolah siap terjun ke dunia kerja.

“Selain sektor industri, pemerintah juga tengah giat menumbuhkan sektor jasa,” kata Airlangga.

Diterangkan Airlangga, sektor industri ke depan akan jadi andalan. Generasi muda ini akan menjadi pemimpin bangsa. Generasi muda harus terus menjaga keutuhan NKRI.

Sementara itu Kepala Bidang Humas UPH, Rosse M Hutapea kepada wartawan menambahkan total mahasiswa baru universitas tersebut sebanyak 4.600 orang yang tersebar di tiga wilayah yakni Karawaci, Surabaya dan Medan.

Baca juga :  Siklon Tropis Cempaka, AirNav Tetap Awasi Jalur Penerbangan

Saat ini, kata Rosse di UPH ada 34 program S1, 1 program D3, 8 program S2 dan 2 progran doktor (hukum dan manajemen).***

• Ida Rosidah | Ateng Sanusih