Beranda Peristiwa Kota Serang PWI Banten Gelar Hari Pers Nasional Ke 72

PWI Banten Gelar Hari Pers Nasional Ke 72

34
PWI Banten Gelar Hari Pers Nasional Ke 72

SERANG, Pelitabanten.com – Bangsa yang besar adalah bangsa yang berdemokrasi menghargai seutuhnya perjuangan perjuangan para pendahulu dalam memerdekakan negeri ini. Kemerdekaan negeri kita yang tercinta ini tidak lepas dari sepenggal perjuangan insan pers, baik lokal maupun internasional. Kumandang kemerdekaan 1945 tersiar keseluruh penjuru dunia melalui radio, surat kabar, bahkan siaran televisi.

Salah satu keorganisasian yang memegang teguh apa arti sebuah kemerdekaan yang hakiki adalah Persatuan Wartawan Indonesia, yang akrab biasa kita sebut PWI.

konsistensinya dalam menjaga keutuhan bangsa ini melalui pesan pesan dalam menyampaikan pemberitaan terhadap masyarakat .

Hari Pers Nasional yang digelar oleh Persatuan Wartawan Indonesia Provinsi Banten yang ke-72 di Serang-Banten adalah buah bukti dari konsistensi dunia pers yang ada di negeri ini.

Menurut Firdaus selaku Ketua PWI Banten
saat ditemui tim jurnalis Tangerang Raya
(JTR) Sabtu (4/8/2018), beliau menjelaskan.

“Telinga kita memang sangat familiar sekali dengan sebutan pers, namun jika ditelaah lebih jauh bahwa bahasa pers itu konotasinya sangatlah luas,” katanya.

“Seperti yang kita tahu banyak sekali perusahaan pers/ media yang bermunculan seiring perkembangan jaman, namun apapun itu saya sangat yakin tujuannya hanya untuk membangun negeri ini melalui informasi yang berimbang,” lanjutnya.

Baca juga :  Pendiri Yayasan Majlis Dzikir Al- Ikhlas Kecam Aksi Terorisme

Jadi saya sangat berharap, kepada insan pers khusunya yang ada di banten ini untuk memaksimalkan dalam menggali informasi  yang berimbang akurat faktual. Hal tersebut dapat terwujud ketika perwarta itu sendiri dibekali dasar dasar kejurnalitisan yang kompeten.

“Dari mana kita mendapatkan yang dimaksud tersebut, ya salah satunya harus mengikuti latihan, seperti karya latih wartawan atau uji kompetensi wartawan. Namun disini akan saya garis bawahi, bahwa apa yang saya maksud tadi tidaklah serta merta harus atau diwajibkan dalam mengikuti karya latih dan sebagainya semua kembali lagi kepada pewarta itu sendiri,” tandasnya.(ajis)