Beranda Pendidikan Sosialisasi Kurikulum 2013 Bagi Pengelola PKBM dan Tutor PKBM Kabupaten Tangerang

Sosialisasi Kurikulum 2013 Bagi Pengelola PKBM dan Tutor PKBM Kabupaten Tangerang

142
Sosialisasi Kurikulum 2013 Bagi Pengelola PKBM dan Tutor PKBM Kabupaten Tangerang
TANGERANG, Pelitabanten.com – Secara umum tema pengembangan Kurikulum 2013 adalah menghasilkan insan Indonesia yang produktif, kreatif, inovatif dan afektif baik secara sikap spiritual dan sosial. Pencapaian perwujudan tema ini ditempuh melalui penguatan sikap, keterampilan dan pengetahuan yang dijabarkan dalam Kompetensi Inti (KI) dan Kompetensi Dasar (KD).
Demikian disampaikan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang, yang mewakili Badru Salam, S.Pd dalam acara Sosialisasi Kurikulum 2013 Bagi tutor pendidikan kesetaraan yang dilaksanakan satu hari penu Sabtu, 28 Juli 2018 di PKBM Himata Kecamatan Sindang Jaya -Tangerang.
Pendidikan Kesetaraan menurutnya sebagai bagian dari Kurikulum 2013 memiliki peran yang sangat penting berkenaan dengan pendidikan karakter sebagai tujuannya. Maka Pendidikan Kesetaraan menghimpun kompetensi pengetahuan, sistem nilai dan kompetensi ketrampilan yang diaktualisasikan dalam sikap/watak kepribadian yang Islami.
Pada Kurikulum 2013 ini tugas tutor untuk membuat administrasi mengajar cukup ringan karena silabus dan indikator sudah disiapkan dari Pusat, jadi tutor tinggal mengembangkannya dalam RPP. Untuk itu, tutor hendaknya menyiapkan sebaik mungkin semua perangkat pembelajaran, materi dan lainnya, termasuk mindset (pola berpikirnya) karena warga belajar harus lebih proaktif dan kreatif dalam menganalisis pembelajaran.
Hal senada juga diungkapkan oleh Dewan Pendidikan Kabupaten Tangerang, Ahmad Saepi Sobur, M.Si yang menyampaikan bahwa aspek yang lebih ditekankan pada 2013 ini adalah pada ranah afektif yaitu warga belajar terbiasa bersikap dan berbuat sesuai nilai yang dikehendaki kurikulum. Maka dibutuhkan kerja keras tutor mulai dari keteladanan, pengawasan sampai evaluasi yang dilakukan.
Penilaian hasil belajar pun berupa penilaian berbasis kompetensi yang memprioritaskan penilaian otentik (mengukur kompetensi sikap, ketrampilan dan pengetahuan berdasarkan proses dan hasil) dan pemanfaatan portofolio yang dibuat warga belajar sebagai instrumen utama penilaian.
Adapun yang perlu diperhatikan dalam kurikulum 2013 ini antara lain bahwa materi pembelajaran berbasis pada fakta atau fenomena yang dapat dijelaskan dengan logika atau penalaran tertentu, penjelasan tutor, respon warga belajar, dan interaksi edukatif tutor-warga belajar terbebas dari prasangka yang serta-merta, pemikiran subjektif, atau penalaran yang menyimpang dari alur berpikir logis, Mendorong dan menginspirasi warga belajar berpikir secara kritis, analistis, dan tepat dalam mengidentifikasi, memahami, memecahkan masalah, dan mengaplikasikan materi pembelajaran, mendorong dan menginspirasi warga belajar mampu berpikir hipotetik dalam melihat perbedaan, kesamaan, dan tautan satu sama lain dari materi pembelajaran. serta Tujuan pembelajaran dirumuskan secara sederhana dan jelas, namun menarik sistem penyajiannya.
Setelah resmi dibuka, acara Sosialisasi Kurikulum 2013 bagi tutor dilaksanakan satu di hadiri oleh perwakilan Dinas Pendidikan Bidang PAUD dan Dikmas Kab. Tangerang Badru Salam (Staf Pelaksana), Dewan Pendidikan Kab. Tangerang Ahmad Saepi Sobur, Ketua Forum PKBM Ade Kuswahyudi, Ketua Forum Tutor Muhamad Ardani, serta peserta Sosialisasi Kurilulum 2013 yg diikuti oleh 23 peserta, yakni Pengelola PKBM serta Tutor PKBM di kabupaten tangerang.
Adapun pematerinya adalah Pengelola PKBM Himata yang sudah di Bintek Pelatihan Calon Pelatih Pendidikan Kesetaraan di Pontianak tingkat Nasional, Madsoni,S.Pd selaku Ketua Moli Chapter Tangerang yang menyampaikan materi tentang Desain Kurikulum 2013 Pendidikan Kesetaraan dan Perancangan Pembelajaran Pendidikan Kesetaraan.
Perubahan dari Kurikulum 2006 (KTSP) ke Kurikulum 2013 ini adalah perubahan proses pembelajaran, dari pola pembelajaran ala bank, yaitu tutor menulis di papan tulis dan warga belajar mencatat di buku serta tutor menerangkan sedangkan warga belajar mendengarkan, menjadi proses pembelajaran yang lebih mengedepankan warga belajar melakukan pengamatan, bertanya, mengeksplorasi, mencoba, dan mengekspresikannya.
Proses pembelajaran yang mendorong warga belajar untuk aktif tersebut hanya mungkin terwujud bila mindset tutor telah berubah. Mereka tidak lagi memiliki pemikiran bahwa mengajar harus di dalam kelas dan menghadap ke papan tulis. Mengajar bisa dilakukan di perpustakaan, kebun, tanah lapang, atau juga di sungai. Media pembelajaran pun tidak harus buku, alat peraga, atau komputer.
Tanam-tanaman dan pohon di kebun, sungai, dan sejenisnya juga dapat menjadi media pembelajaran. Karena sudah berpuluh tahun mengajar, mengubah mindset tutor, bukanlah perkara gampang. Kemdikbud perlu bekerja ekstra untuk benar-benar menyosialisasikan Kurikulum 2013 dan melakukan training ke lembaga-lembaga pendidikan kesetaraan yang telah siap mengimplementasikan Kurikulum 2013.
Baca juga :  Langgar Perda, Dua Unit Bangunan Rumah Mewah Disegel Tim Paku Bumi Gakumda