Beranda Sport JAGOAN BARU VS TIM SUPERHERO (Catatan Piala Dunia 2018)

JAGOAN BARU VS TIM SUPERHERO (Catatan Piala Dunia 2018)

61
JAGOAN BARU VS TIM SUPERHERO (Catatan Piala Dunia 2018)

Oleh: Maulana Wahid Fauzi

Begitu sakralnya pentas Piala Dunia bisa dilihat dari jumlah negara yang bisa memenanginya. Sejak PD pertama tahun 1934 hingga era sepakbola modern PD 2014, baru 8 negara yang mampu menjadi kampiun. Itu pun bergantian hanya dari dua zona kiblat sepakbola yakni Amerika Selatan dan Eropa, dengan Brasil punya koleksi tropi terbanyak yakni 5, disusul Jerman dan Italia masing-masing dengan 4 tropi.

Tak hanya juara, sejak penambahan peserta putaran final dari 16 menjadi 24 di PD 1982 Spanyol dan lalu menjadi 32 peserta di PD 1998 Prancis, tim yang tampil di final pun masih seputar “itu-itu saja”—yang kita sebut saja Tim Superhero. Brasil, Jerman, Italia, Argentina, Prancis, Spanyol, Belanda adalah anggota The Avengers yang bergantian mengisi laga final PD sejak 1978 hingga 2014 dengan catatan Belanda selalu apes karena kalah di tiga final yang dilakoninya.

Menyaksikan setiap laga antar Tim Superhero di pentas piala dunia memang tak pernah membosankan. Tetap saja seru karena kerap menghasilkan kejutan spektakuler seperti saat Jerman melumat Brasil 7-1 di kandangnya sendiri di PD 2014. Tetapi seperti saat kemunculan Prancis bersama sang maestro Zinadine Zidane jadi juara baru di PD 1998 dan Spanyol dengan
tiki-taka fenomenalnya di PD 2010, tentu ada sensasi yang sama sekali berbeda saat menyaksikannya. Seolah ada “Jagoan Baru” yang menggemparkan “dunia persilatan” dengan jurus-jurus yang juga baru.

Di PD 2018 ini, sinyalemen munculnya Jagoan Baru di luar Tim Superhero yang sangat dinanti para penggemar sepakbola netral di seluruh dunia sudah kentara di sana-sini. Runtuhnya hegemoni tim-tim mapan itu diawali dari tidak lolosnya Italia dan Belanda ke Rusia. Lalu Argentina ditahan seri Eslandia dan bahkan dibantai Kroasia 3-0. Brasil, anggota The Avengers lainnya juga ditahan seri Swiss sebelum kemudian menang susah payah dari tim sekelas Kosta Rika. Jerman pun begitu. Si spesialis turnamen mayor ini rapuh di laga perdana dan dibuat bertekuk lutut oleh Meksiko 0-1. Di laga kedua, Swedia yang menjiplak taktik Meksiko sempat meredam Jerman 1-1 hingga 20 detik menjelang laga terakhir. Jerman akhirnya mampu keluar dari liang kubur yang sudah digali Swedia lebih karena mental pantang menyerahnya masih terjaga.

Dari kubu Jagoan Baru, para penggemar sepakbola yang juga penikmat sensasi kejutan, kini tengah berharap banyak pada sejumlah tim. Secara obyektif, Belgia, Kroasia, Rusia, yang eksplosif di dua laga perdana rasanya harus di tempatkan di urutan teratas. Inggris yang meski pernah jadi juara PD 1966, jika menilik performanya sepanjang perhelatan PD berikutnya, menurut saya juga lebih pantas dimasukkan kategori Jagoan Baru ketimbang di Tim Superhero. Begitu pula dengan Uruguay yang sudah memastikan lolos ke 16 besar dari Grup A.
Jangan palingkan pula pandangan kita dari Meksiko yang kini tampil dengan akselerasi tinggi.

Bagaimana dengan juara Eropa 2016 Portugal? Lewati dulu Iran di laga ketiga Grup B, 25 Juni besok, baru bisa ditentukan apakah Portugal layak menjadi anggota Jagoan Baru.

Bagaimana dengan Afrika dan Asia? Tak adakah wakil dari zona ini yang bisa diharapkan sebagai Jagoan Baru? Jika Senegal dan Jepang bisa lolos bersama dari Grup G dengan melewati Kolombia dan Polandia, keduanya bisa saja mengejutkan. Begitu pula Nigeria jika di laga ketiga Grup C mampu kembali tampil eksplosif untuk memulangkan Lionel Messi dkk ke Argentina.

Seolah mendukung, bagan laga babak 16 besar pun sepertinya akan menghadirkan pertemuan dini antara sesama anggota Avengers. Hingga laga ke-30 antara Inggris vs Panama yang memastikan Inggris lolos bersama Belgia dari Grup G, di babak 16 besar amat dimungkinkan Prancis sebagai juara Grup C berjumpa runner up Grup D Argentina. Itu pun jika Argentina mampu keluar dari “sindrom beban mental Messi yang sudah menulari seluruh tim” lalu mengalahkan Nigeria. Kemungkinan bigmatch Avengers lainnya adalah—eng-ing-eng—antara Brasil (kampiun Grup E) kontra Jerman (runner up Grup F)!

Dan berikut skema laga 16 besar lengkap dalam prediksi saya:

1. Rusia (A1) vs Portugal (B2)
2. Prancis (C1) vs Argentina/Nigeria (D2)
3. Brasil (E1) vs Jerman (F2)
4. Belgia (G1) vs Jepang (H2)
5. Spanyol (B1) vs Uruguay (A2)
6. Kroasia (D1) vs Denmark (C2)
7. Meksiko (F1) vs Swiss (E2)
8. Senegal (H1) vs Inggris (G2)

Jika betul-betul skema itu yang terjadi, maka di babak 8 besar hanya tersisa 3 Tim Superhero (Spanyol, Prancis atau Argentina, dan Brasil atau Jerman) di tengah 5 tim Jagoan Baru yang menurut prediksi saya akan diisi oleh Belgia, Kroasia, Meksiko, Inggris, dan Rusia (atau Portugal)

Asyiknya para anggota Avengers itu memang masih sangat tangguh dan sulit ditaklukkan. Lihat saja Spanyol yang bisa dua kali menyamakan kedudukan setelah dua kali tertinggal dari Portugal di laga perdana. Atau Brasil yang terus membombardir parkiran bus Kosta Rika dari segala sudut. Atau paling dahsyat semangat pantang menyerah Jerman di laga kontra Swedia. Makanya akan sangat menarik melihat hegemoni Tim Superhero ini akan coba dipatahkan oleh eksplosivitas ala Belgia atau serangan balik cepat yang sekarang jadi trade mark Meksiko, atau soliditas dan kreativitas lini tengah milik Kroasia.

Lalu, akankah PD 2018 memunculkan juara dunia baru? Ini edisi piala dunia yang penuh kejutan. Jadi jangankan juara baru, bahkan 2 finalis baru pun sangat dimungkinkan!***

——
Maulana Wahid Fauzi adalah pengamat sepak bola.