Beranda Pendidikan Kampus Turidi Susanto: HMI Anak Bangsa, Jangan Dianiaya

Turidi Susanto: HMI Anak Bangsa, Jangan Dianiaya

34

KOTA TANGERANG PelitaBanten.com – Ketua Presidium KAHMI Kota Tangerang, Turidi Susanto mengaku prihatin terkait kejadian 21 Mei lalu saat memperingati 20 tahun Reformasi di depan istana. Di mana saat itu HMI berorasi dan melakukan aksi yang kemudian mendapat tindakan represif pihak kepolisian.

Dirinya juga menyayangkan tindakan represif tersebut menelan korban sejumlah mahasiswa yang sedang melangsungkan aksi. Ia berharap kejadian tersebut tidak terulang kembali.

“HMI itu anak bangsa, jadi jangan dianiaya. Kita harus menyadari bahwa demokrasi itu hal yang wajar. Perbedaan pendapat itu juga hal yang wajar. Saya harap kejadian ini tidak terulang lagi,” ungkap Turidi Susanto dalam simposium dan buka puasa bersama MD KAHMI Kota Tangerang bersama HMI Cabang Tangerang Raya yang bertajuk “Stop Tindakan Represif Terhadap Mahasiswa” di hotel Allium, Kota Tangerang, Selasa 12 Juni 2018.

“Anggaplah mereka anak-anak kita sendiri. Jadi bagaimana seorang bapak mengayomi anaknya, dan seharusnya seperti itu. Tidak perlu dipukul, cukup kita nasehati saja,” terangnya.

Dijelaskan Turidi Susanto, kegiatan ini merupakan ajang silaturahmi dan diskusi soal demokrasi serta kritik sosial mahasiswa sebagai benteng terakhir untuk memperjuangkan bangsa.

“Hari ini kita acara buka puasa bersama sekaligus diskusi publik. Narasumber kita Dandim 0506 Letkol Imam Gogor dan Kapolres yang diwakili oleh Kasat Intel,” ungkap Turidi, usai kegiatan yang dihadiri puluhan kader HMI Mpo dan Dipo cabang Tangerang.

Abdul Qodir, Ketua HMI Tangerang mengatakan diskusi ini diharapkan dapat mencegah tindakan represif terhadap mahasiswa.

“Sengaja kami mengundang Dandim dan juga Kapolres sebagai narasumber. Ini agar tindakan represif tidak terjadi di Kota Tangerang,” kata Abdul.

Disampaikan pula oleh Abdul Muhi, Ketua HMI Cabang MPO Tangerang Raya, bahwa HMI organisasi yang selalu kritis terhadap kebijakan yang tidak berpihak ke rakyat.

Sementara Dandim 05/06 Gogor menyampaikan peran TNI dalam segi keamanan negara mengamankan obyek vital itu menjadi peran strategis menjaga keutuhan NKRI. Diterangkannya menyampaikan pendapat di tempat umum sudah diatur oleh undang-undang, TNI selalu bersama rakyat membela kepentingan rakyat.

Semoga ke depannya, TNI maupun Polri dapat bersinergi dengan HMI guna menjaga keutuhan NKRI.***

• Ateng Sanusih