Beranda Opini Komitmen Presiden Mendatang, Industri Konstruksi harus Berkelanjutan

Komitmen Presiden Mendatang, Industri Konstruksi harus Berkelanjutan

549
Komitmen Presiden Mendatang, Industri Konstruksi harus Berkelanjutan

Oleh: Prof Dr Manlian Ronald A Simanjuntak ST MT DMin

Dalam dunia manajemen konstruksi, ilmu pengetahuan tentang “Politics in Construction” dipelajari di pendidikan tinggi secara khusus pada bidang Teknik Sipil, Arsitektur, dll. Yang terpenting menjadi fokus kajian studi adalah bagaimana dampak positif dari kajian politik secara umun terhadap pelaksanaan, akselerasi, bahkan keberlanjutan proyek konstruksi. Yang penting diperhatikan, proyek konstruksi tidak dapat dipolitisasi, oleh karena proyek konstruksi berbasis “perencanaan” dan “pengendalian (controlling)”.

Jadi menjadi mutlak untuk suatu proyek konstruksi yang sedang dilaksanakan, harus diselesaikan. Bahkan tidak hanya itu, setelah proyek konstruksi dilaksanakan dan dioperasikan, wajib untuk berkelanjutan. Dalam praktiknya, hal ini memang tidak mudah karena tergantung Kontrak. Walaupun Indonesia belum memiliki form of contract, namun dibalik “pengalihan risiko” yang saya sebut sebagai “kontrak”, ada the ethics of construction phillosophy, yaitu “sustainability”. Untuk itulah filosofi oenting dari Undang-Undang No.2 tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi yaitu tentang K4 (Keamanan, Keselamatan, Kesehatan, Keberlanjutan), menitikberatkan tentang Keberlanjutan Proyek Konstruksi.

Apresiasi juga diberikan kepada pemerintah untuk melayani masyarakat menjelang Hari Raya Idul Fitri dan libur nasional bulan Juni 2018, dan juga Asian Games Agustus 2018. Walaupun yang utama tetap kualitas dan keselamatan konstruksi. Konsep keberlanjutan juga diterapkan untuk seluruh fasilitas Asian Games pasca Agustus 2018 agar sejumlah fasilitas fisik tetap dapat digunakan.

Untuk itulah, pemerintah siapapun presidennya tetap harus berkomitmen untuk tetap melanjutkan sejumlah program proyek strategis nasional yang sudah direncanakan dan dilaksanakan sesuai penjadwalan proyek yang telah dipersiapkan. Jadi Pemerintahan Indonesia harus berbasis program bukan sekedar berbasis manusia/profil.

Sebagai salah satu wujud meneladani komitmen pemerintah, kita sebagai bagian masyarakat Indonesia akan mendiskusikan hal komitmen pemerintah dalam rangka keberlanjutan proyek strategis nasional di masa mendatang dalam Seminar Konstruksi pada hari Kamis 28 Juni 2018 yang diselenggarakan oleh Prodi S2 Teknik Sipil Konsentrasi Manajemen Konstruksi UPH, di Kampus Pascasarjana UPH-Gedung Plaza Semanggi, Jakarta, lantai 3, jam 18.00-20.30 wib.
Konfirmasi kehadiran dapat menghubungi HP/WA: Ririn (081213198251), Jessyka (0817810852), Astrid (085243551961).

Guru Besar dalam Bidang Manajemen Konstruksi Universitas Pelita Harapan