Beranda Peristiwa Kabupaten Tangerang Rutan Jambe Tangerang Didik Warga Binaan Ikut Pelatihan Bidang Otomotif

Rutan Jambe Tangerang Didik Warga Binaan Ikut Pelatihan Bidang Otomotif

Peringati Hari Kebangkitan Nasional, Napi Rutan Klas I Jambe Tangerang Gelar Kerja Bakti Ganti Cat Merah Putih

TANGERANG, Pelitabanten.com – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Jambe, Kabupaten Tangerang, Banten, mendidik sejumlah napi yang merupakan warga binaan melakukan pelatihan bidang otomotif karena setelah bebas dapat hidup mandiri.

“Kami bekerja sama dengan Balai Latihan Kerja (BLK) Kabupaten Tangerang agar setelah pelatihan para napi tersebut memilik keterampilan,” kata Kepala Rutan Jambe, Dedy Cahyadi di Tangerang, Senin (21/5/2018)

Dedy mengatakan warga binaan yang mengikuti pelatihan tersebut menjalani seleksi dan terpilih karena berbakat bidang otomotif. Bahkan pelatihan diberikan kepada napi yang mendekati masa tahanan berakhir agar setelah berada di masyarakat punya keahlian. Dia menambahkan bagi yang telah dididik itu ketika bebas dapat membuka peluang usaha dengan cara bengkel sepeda motor.

Pihaknya juga memberikan pelatihan itu terhadap napi yang memiliki kepribadian terpuji dan dapat menjadi contoh bagi rekan mereka untuk berbuat baik. Para napi yang menjalani pelatihan itu, setelah selesai mendapatkan sertifikat dari BLK dan dapat juga bekerja karena telah mempunyai ketrampilan.

“Banyak perusahaan yang menampung mantan napi karena mereka memiliki ketrampilan dan jujur serta tekun menjalankan ibadah,” katanya.

Selain memberikan pelatihan pihaknya juga mengajarkan kepada napi jiwa nasionaliasme dan taat hukum, jika setelah bebas tidak bertindak anarkis. Demikian pula para napi diajarkan perilaku baik dan berjiwa gotong royong dalam peringatan Hari Kebangkitan Nasional 2018.

Baca juga :  Pemuda Desa Cirarab Berharap Hari Lahir Pancasila Menjadi Hari Libur Nasional

Padahal sebelumnya, Rutan Jambe mengajukan 346 napi untuk mendapat remisi pada Idul Fitri 2018 setelah didata dari 1.943 warga binaan, maka diusulkan sebanyak 346 orang.

Namun sebanyak 346 napi tersebut diajukan ke Menteri Hukum dan HAM agar dapat diproses mendapatkan remisi sesuai Peraturan Pemerintah (PP) No.99 tahun 2012 tentang remisi.