Beranda Peristiwa Kabupaten Tangerang Warga Diminta Kosongkan Lahan Asset Satrudal Teluknaga

Warga Diminta Kosongkan Lahan Asset Satrudal Teluknaga

808
Warga Diminta Kosongkan Lahan Asset Satrudal Teluknaga

KABUPATEN TANGERANG, Pelitabanten.com – Masyarakat yang menduduki asset Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara Satuan Peluru Kendali (TNI AU Satrudal) di wilayah Kecamatan Teluknaga, Kabupaten Tangerang diminta segera mengosongkan lahan tersebut karena akan digunakan lokasi gelar rudal jarak sedang multifungsi pengamanan (Pam) Ibukota.

Kapos Satrudal TNI AU Teluknaga – Tangerang, Lettu Supriyanto menjelaskan kondisi di lapangan terdapat banyak masyarakat yang merambah masuk ke dalam asset tanah TNI AU di Teluknaga.

Dijelaskan Kapos Satrudal Teluknaga, Lettu Supriyanto, Mabes TNI AU telah menyurati Gubernur Banten mohon dilakukan penertiban terhadap bangunan warga yang menduduki asset TNI AU Satrudal di Teluknaga.

Gubernur Banten melalui Sekretaris Daerah, Ranta Soeharta sudah meminta Pemerintah Kabupaten Tangerang untuk membantu menertibkan masyarakat yang menduduki tanah milik TNI AU.

“Kami menjalin koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Tangerang. Ini guna keselamatan masyarakat dan mendukung program pertahanan nasional. Nantinya area Satrudal dalam radius 160 meter harus steril dari pemukiman warga agar tidak terkena dampak dari peluruh kendali tersebut,” ujarnya.

Jumlah bangunan warga yang menduduki lahan milik TNI AU seluas 46,1 hektar itu menurut Supriyanto diperkirakan lebih dari 1.000 unit. Masyarakat mendirikan bangunan di asset TNI AU karena membeli dari oknum warga. Oleh oknum warga, lahan Satrudal Teluknaga tersebut dijual per petak kepada pihak yang tidak mengetahui bahwa itu adalah lahan TNI AU.

“Ada oknum warga yang menjual lahan Satrudal. Kemudian oleh pembelinya dibangun rumah,” jelas Lettu Supriyanto.

Lebih lanjut Lettu Supriyanto menerangkan, bahwa satuan TNI AU Teluknaga sudah berdiri dalam Satuan Peluru Kendali (Satrudal) sejak tahun 1962. Ketika itu di area Satrudal TNI AU Teluknaga tersebut belum ada sama sekali bangunan masyarakat atau steril.

“Tetapi sejak Satudal TNI AU tidak aktif tahun 1980 sampai sekarang, masyarakat mulai mendirikan banguan tanpa ijin,” ungkap Kapos Satrudal Teluknaga, Lettu Supriyanto.

Rencana sekarang, sambung Lettu Supriyanto bangsa Indonesia khususnya di bidang pertahanan, Mabes TNI akan memodernisasi Alutsista sekaligus untuk menjaga pengamanan Ibukota Jakarta yang selama ini belum dijaga keamanannya dari serangan pihak asing.

“Di Teluknaga, Rudal yang akan dipakai jenis canggih seperti yang dipakai negara Amerika Serikat untuk menjaga Gedung Putih dengan sebutan Tudal Nasams,
Rudal darat ke udara. Dan akan di tempatkan di area bekas peluncuran Satrudal Teluknaga Tangerang,” beber Lettu Supriyanto.***

• Ateng Sanusih | Ida Rosidah