Beranda Peristiwa Kabupaten Lebak Karya Lukis dari Festival Seni dan Bahasa Dibhaktikan Rutan Rangkasbitung

Karya Lukis dari Festival Seni dan Bahasa Dibhaktikan Rutan Rangkasbitung

547
Karya Lukis dari Festival Seni dan Bahasa Dibhaktikan Rutan Rangkasbitung
Rumah Tahanan Negara (Rutan) Klas IIB Rangkasbitung menggelar Festival Seni dan Bahasa dalam rangka Bulan Bhakti Pemasyarakatan ke- 54 di Lapangan serbaguna Rutan Rangkasbitung, Rabu (25/04)

RANGKASBITUNG, Pelitabanten.com – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Klas IIB Rangkasbitung mendapatkan apresiasi dalam pagelaran Festival seni dan Bahasa tingkat SMA/SMK dan Pondok Pesantren se-kabupaten Lebak yang berlangsung sejak tanggal 25-28 April 2018 di Lapangan Serbaguna Rutan Rangkasbitung, Rabu (25/04)

Usai kegiatan perlombaan melukis, seluruh peserta lukisan dan juri kompak dan sepakat bahwa hasil karya lukisan yang bertema generasi muda sadar hukum dan anti Narkoba yang berakhlakul Karimah akan dibhaktikan untuk Pemasyarakatan (Rutan Rangkasbitung).

Ketua Pelaksana Correctional Fair 2018, Dede Ukmartalaksana mengapresiasi sekali atas keikutsertaan dan bhakti karya hasil lukisan peserta lomba melukis Festival seni dan bahasa se-kabupaten Lebak tersebut.

“Kami tidak menyangka atmosfer dan antusias pesertanya tinggi dan hasil karyanya pun bagus-bagus dan Alhamdulillah hasil karya lukisanya dibhaktikan untuk Hari bhakti Pemasyarakatan yang ke- 54 dalam hal ini Rutan Rangkasbitung. ini menjadi kebanggaan kami dan semoga tahun depan kami bisa melaksankan kegiatan yang dapat melibatkan masyarakat luar kembali”.

Baca juga :  Rutan Rangksbitung Kerjasama Dengan Wali Band

“Kami berharap kegiatan ini bisa memotivasi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Rutan Rangkasbitung untuk terus berkarya dan menunjukan kreatifitas seninya walaupun dibatasi tembok dan jeruji dan kepada masyarkaat terutama adik-adik sekolah, agar bisa bercermin untuk mensyukuri hidup, sadar hukum dan jangan terikat Narkoba”Pesan Dede sapaan akrabnya

Salah satu peserta dari SMA Negeri 1 Rangkasbitung, Fanisa mengakui bahwa dirinya kaget terhadap apa yang ada Rutan Rangkasbitung. “ini diluar dugaan kami, dsini ternyata tidak seseram yang dibayangkan, namun disini pula kami harus terus intropeksi diri, mendekatkan diri kepada Allah swt agar terhindar dari hal-hal yang kurang baik. semoga tahun depan kegiatan seperti ini bisa terus dijalankan, dan karya lukisan kami, kami bhaktikan untuk Rutan Rangkasbitung,” pungkas Fanisa