Beranda Peristiwa Kota Serang DPD KNPI Banten Minta Wahidin Halim Tindak Tegas Kadispora Banten

DPD KNPI Banten Minta Wahidin Halim Tindak Tegas Kadispora Banten

861
DPD KNPI Banten Minta Wahidin Halim Tindak Tegas Kadispora Banten

SERANG, Pelitabanten.com – Terkait dengan dualisme Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Banten seharusnya Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Banten selaku wakil pemerintahan bersikap adil dan berada ditengah-tengah kedua kubu yang sedang berkonflik.

Hal itu ditegaskan Sekertaris Jenderal DPD KNPI Banten kubu Fahd A Rafiq Ishakk Newton saat berbincang dengan awak media di salah satu rumah makan di Kota Serang, Rabu 25 April 2018 malam.

Selama ini, Kadispora Banten Dinilai DPD KNPI Banten sudah tidak adil dengan memihak salah satu kubu. Padahal kedua kubu tersebut sedang mengalami konflik dualisme.

Hal itu dikatakan Ishak berkaca dari dana hibah yang diberikan kepada kubu Rano Al-Fath dan setiap kegiatan kepemudaan yang selalu melibatkan KNPI kubu Rano Al-Fath.

“Kami merasa prihatin dengan Kadispora yang tidak konsisten dengan ucapannya, padahal waktu silaturahmi terakhir antara kami dengan Dispora sudah jelas bahwa Dispora akan berada di tengah-tengah dan tidak akan memihak KNPI manapun,” jelasnya.

Untuk itu DPD KNPI Banten meminta kepada Gubernur Banten Wahidin Halim dan Wakil Gubernur Andika Hazrumy untuk bersikap konkrit dengan memberikan teguran kepada Kadispora.

“Kami meminta Gubernur untuk mengambil tindakan yang konkrit. Jangan sampe pembangunan di Banten kacau akibat ketidak harmonisan pemuda,” tegasnya.

Seharusnya dikatakan Ishak, Kadispora jangan bikin gaduh dengan memihak salah satu kubu, harus berada di tengah-tengah konflik kalau bisa menyelesaikan konflik itu.

“Dispora jangan bikin gaduh pemuda. Jangan mengadu domba, pemuda jangan dipancing untuk berkonflik kami selama ini diam karena menghargai Deden Apriandhi sebagai mantan ketua KNPI Kabupaten,” jelasnya.

Ishak mengingatkan kepada Kadispora untuk selalu berada ditengah-tengah kedua kubu pemuda yang sedang berkonflik.

“Alangkah naifnya pemimpin yang sudah tidak bisa dipegang omongannya. Seorang pemimpin harus tegas dan konsisten kalau ngomong. Untuk itu, Dispora harus ada di KNPI sana dan ada di KNPI sini. Kalau diundang satu undang semuanya, kalau dibagi satu bagi semuanya,” tegasnya mengakhiri.(QQ)