Beranda Budaya Adat Pemuda Batusari Giatkan Sastra dan Seni Budaya

Pemuda Batusari Giatkan Sastra dan Seni Budaya

113
Pemuda Batusari Giatkan Sastra dan Seni Budaya

KOTA TANGERANG, PelitaBanten.com – Tidak ingin anak jaman now tak mengenal bahasa ibu sendiri serta tidak dapat berbahasa santun, anak-anak muda kreatif dari Kelurahan Batusari mengadakan festival sastra seni dan budaya di halaman kantor Kelurahan Batusari, Batuceper, Kota Tangerang.

Acara dalam rangka menyambut hari Kartini ini digelar selama dua hari, tanggal 14-15 April 2018 dengan mengadakan berbagai lomba tari tradisional lenggang Cisadane, fashion show budaya dan lomba baca puisi Kartini.

Ketua panitia festival, Alfiah Azzahra menjelaskan kepada PelitaBanten.com usai acara berlangsung, bahwa pihaknya mengadakan festival ini dalam rangka menyambut hari ibu kita Kartini yang sebentar lagi akan dirayakan.

“Tujuannya adalah mengenang hari lahirnya Kartini, makanya hampir seluruh panitia itu diisi oleh wanita,” jelas Alfi.

Selanjutnya dengan persiapan yang cukup singkat, mereka dapat menyelenggarakan festival sastra seni dan budaya didukung oleh beberapa sanggar di Batusari dan pemerintah daerah setempat.

Alhamdulillah pak lurah mengijinkan halaman kantor kelurahan bisa dipakai untuk kegiatan ini,” ungkapnya.

Ketua sanggar Bale Sastra, Nuryasin yang ikut mendampingi mengatakan, di festival ini jumlah peserta yang ikut mendaftar lomba lumayan banyak, terutama lomba baca puisi untuk Kartini.

Baca juga :  Sempat Memanas : Warga Tolak Penggusuran oleh Pemkot Tangerang

“Lumayan banyak, ada sekitar 20 peserta untuk lomba baca puisi Kartini, lomba lainnya Alhamdulillah ada walaupun ga sebanyak lomba baca puisi,” jelas Yasin.

Pembina Sanggar Bale Sastra, Bachrul Ulum menjelaskan, acara ini diadakan karena ia prihatin melihat dan mendengar anak jaman now yang selalu menggunakan bahasa kekinian.

“Saya prihatin dan dilematis dengan bahasa kekinian. Padahal bahasa sastra kalo dipelajari bagus banget dan malah lebih sopan,” imbuh Bachrul Ulum.

Lebih lanjut ia mengatakan, dengan memperdalam pengetahuan mengenai sastra kita belajar olah rasa dari hati dengan melatih emosi.

Untuk itu ia menyayangkan anak-anak muda yang punya kemampuan dan kreatifitas bila tidak diberikan wadah dan kesempatan untuk menyalurkan kemampuannya.

“Bale Sastra yang ada di Kelurahan Batusari, siap mengakomodir teman-teman yang ingin berseni budaya, yang penting modal utama adalah niat,” pungkas Bachrul.***

• Ida Rosidah | Ateng Sanusih