Beranda Peristiwa Kota Serang FSPP dan Polda Banten Gelar Istighotsah Lawan Hoax Jelang Pilkada Serentak

FSPP dan Polda Banten Gelar Istighotsah Lawan Hoax Jelang Pilkada Serentak

549
FSPP dan Polda Banten Gelar Istighotsah Lawan Hoax Jelang Pilkada Serentak

SERANG, Pelitabanten.com – Forum Silaturhami Pondok Pesantren (FSPP) bersama Polda Banten menggelar istighotsah memasuki pilkada serentak dan tahun politik pada 2018-2019. Acara tersebut sekaligus untuk mendeklarasikan anti hoax atau berita bohong.

”Kami apresiasi langkah Polda Banten dalam pemberantasan berita haox selama ini,untuk menjaga keamanan dan kondusifitas daerah menjelang Pilkada serentak,” ujar Ma’ruf Amin, Ketua MUI pusat dalam istiqosah dan deklarasi anti hoax di Serang,Minggu (25/3).

Ketua MUI Pusat  Prof Dr. KH MA’RUF AMIN yang mengatakan Negara indonesia bukan negara agama,  tetapi negara beragama.

“Para pendiri negara sudah sepakat dasar Negara kita adalah Pancasila, NKRI ini bukan hadiah tetapi perjuangan dan pengorbanan para ulama dan santri, saat ini ada sekelompok orang yang berusaha mengadu domba antara ulama dengan ulama, ulama dengan pemerintah agar negara ini hancur,” jelasnya

FSPP dan Polda Banten Gelar Istighotsah Lawan Hoax Jelang Pilkada Serentak FSPP dan Polda Banten Gelar Istighotsah Lawan Hoax Jelang Pilkada Serentak

Ada orang bilang bahwa Indonesia tahun 2030 akan bubar, itu tidak mungkin, karena Negara ini berdiri karena perjuangan, jadi harus kita pertahankan sampai titik darah penghabisan.

Kita ini bukan anak kecil lagi yang bisa dibohongi, dan orang yang suka bohong itu pasti akan ketahuan.

Sejak Indonesia berdiri  belum pernah ada hari Santri, pas jaman pak Jokowilah tanggal 22 Oktober ditetapkan sebagai hari Santri, yang merujuk kepada Resolusi Jihad yang dikeluarkan oleh KH Hasyim Ashari.

“Pemerintah Jokowi dan MUI sudah sepakat membentuk Bank pesantren, agar para santri bisa belajar dan bekerja lebih baik lagi dan manfaatnya bisa dirasakan langsung, atau disebut ekonomi baru,  hoax itu harus terus dilawan kalau tidak akan merusak dan meresahkan masyarakat. MUI Pusat sudah membuat FATWA melawan hoax,” tuturnya.

Terlihat hadir dalam deklarasi tersebut, Ulama dan santri dari pondok pesantren yang ada di Banten, Gubernur Banten Wahidin Halim, Kapolda Banten Brigjend Lystio Sigit Prabowo, FKPD Provini Banten, PJU Polda Banten dan seluruh Kapolres jajaran Polda Banten, dan ribuan masyarakat Banten.

Kapolda Banten Brigjen Pol Drs. Listiyo Sigit Prabowo menyampaikan, pentingnya Istighotsah jelang Pilkada damai di Provinsi Banten.

FSPP dan Polda Banten Gelar Istighotsah Lawan Hoax Jelang Pilkada Serentak FSPP dan Polda Banten Gelar Istighotsah Lawan Hoax Jelang Pilkada Serentak

“Istigosah ini sangat penting karena masuk tahun pesta demokrasi dan di Banten ada 4 (empat) wilayah yang melaksnakan pemilu Bupati/Walikota,” ujarnya.

Lebih lanjut, Jendral Bintang Satu menambahkan, perangi berita berita hoax (bohong) dalam kehidupan sehari hari khususnya jelang Pilkada 2018.

“Teknologi sekarang semakin canggih. Media sosial memudahkan kita untuk mengetahui berbagai peristiwa di seluruh dunia dalam waktu yang sangat cepat, Akibat buruknya jika medsos itu tidak digunakan dengan baik maka akan sangat meresahkan masyarakat,  bahkan Negara akan hancur jika berita berita hoax itu dibiarkan terus,” ujarnya

Menurutnya, karena jika berita bohong itu dilakukan secara terus menerus maka masyarakat lama-lama akan menganggap berita itu benar. Padahal bohong dan tidak benar. Maka tidak ada kata lain selain harus kita lawan berita berita hoax itu.

“Contoh isu  hoax terkait penyerangan terhadap ulama oleh ODGJ. ada sebanyak 47 isu yang muncul dan 5 yang benar, sedangkan 42 kasus adalah hoax,” ucapnya

Di Banten ada 8 kasus yang ditangani terkait masalah hoax ini, Polda Banten punya pasukan cyber Troop dan cyber crime, setiap saat melakukan Patroli. Kalo ada yang menyebarkan berita berita bohong nanti akan ketangkap oleh TIM Cyber Polda Banten.

“Untuk itu jangan lakukan itu, kawan-kawan Indonesia ini merupakan negara yang penduduk Islamnya sangat besar, dan jumlah penduduk yang beraneka ragam suku agama dan ras yang berbeda, tetapi bisa hidup rukun damai dalam bingkai Kebhinekaan. Itu menjadi contoh bangsa-bangsa di dunia, sehingga Para ahli dunia meramalkan bahwa Indonesia akan menjadi negara besar pada tahun 2045. Untuk itu mari kita terus melanjutkan perjuangan para pendahulu kita untuk mempertahankan NKRI yang berdasarkan Pancasila,” himbaunya.

Terpisah Kabidhumas Polda Banten, Akbp. Zaenudin menambahkan, kegiatan berjalan lancar dan hikmat.

“Alhamdulillah, aman dan tertib serta hikmat hingga berakhir dengan ramah tamah dan foto bersama, ” tandasnya.