Beranda Pendidikan Kampus Hidayat Nurwahid: Generasi Muda Jangan Sampai Terjerumus “Lubang Hitam” Narkoba

Hidayat Nurwahid: Generasi Muda Jangan Sampai Terjerumus “Lubang Hitam” Narkoba

564
Hidayat Nurwahid: Generasi Muda Jangan Sampai Terjerumus

TANGERANG, Pelitabanten.com – Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Asy-syukriyyah, Cipondoh, Kota Tangerang, launching jurusan study baru. Jurusan study itu yakni Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI), Rabu malam, (21/3/18).

Launching yang dibungkus dengan Tema yang diangkat,  “Ruang pemuda dalam sejarah peradaban negeri”. Dalam kuliah umum di STAI Asysyukriyyah mengundang berbagai mahasiswa se Tangerang Raya.

Acara diselenggarakan STAI Asy syukriyyah sebagai komitmen dan tanggung jawab STAI Asysyukriyyah dalam mencetak generasi muda yang intelek dan religius. Serta mampu berafiliasi di masyarakat luas.

Dahari salah satu dosen STAI Asy-syukriyyah mengatakan, muliah umum diadakan sebagai langkah nyata STAI Asysyukriyyah dalam menciptakan dan membentuk pemuda-pemuda yang intelek dan religius. Sadar akan tanggung jawabnya di masyarakat.

“Kuliah umum ini membentuk karakter pemuda yang siap berkontribusi di lingkungan juga negara. Mampu melek politik dan intelek secara keilmuan,” tandasnya.

Sementara, Wakil Ketua MPR RI H Muhammad Hidayat Nurwahid yang hadir dalam acara tersebut mengkritisi penanganan narkoba Di Indonesia. Dikatakan pemberantasan terasa semakin jauh. Harus ada ketegasan misalnya dengan segera eksekusi hukuman bagi bandar besar.

“Eksekusi saja tidak usah ragu. Apalagi yang terbukti membawa satu ton sabu,” tegasnya.

Baca juga :  Pagelaran Seni Budaya Betawi Diselenggarakan Oleh Komunitas Seni Budaya Betawi dan Beksi Budaya Betawi

Dan untuk barang bukti narkoba harus segera dimusnahkan. Sehingga semua orang bisa tahu, jangan terlalu lama,  sementara dampak dari narkoba kemana mana.

Dikatakan saat ini Indonesia menjadi “surga” nya penyimpanan dan penjualan narkoba. Hal itu karena hukum di Indonesia lemah.

“Di DPR pun kita mengkritisi pemerintah yang lambat untuk memfinalisasi perbaikn UU tentang narkotika,” tegasnya.