Beranda Peristiwa Kota Serang Dua Anak Ditelantarkan Ibunya Jadi Gelandangan di Kota Serang

Dua Anak Ditelantarkan Ibunya Jadi Gelandangan di Kota Serang

6935
Dua Anak Ditelantarkan Ibunya Jadi Gelandangan di Kota Serang

SERANG, Pelitabanten.com – Dua bocah asal Jakarta Timur hidup menggelandang di Kota Serang setelah dibuang oleh ibunya beberapa tahun lalu. Al (9) dibuang di pesisir pantai Karangantu dan Nyonyon (7) dibuang di tempat sampah.

Berdasarkan pengakuan dua bocah ini, mereka adalah bersaudara. Agak susah untuk menanyakan lebih mendalam. Dengan polosnya, bocah yang terlihat kumal ini menjawab setiap pertanyaan dari awak media. Mereka ditemui di sekitar Jalan Panancangan, Kecamatan Serang, Kota Serang. Tak jauh dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Serang.

Dua bocah yang tengah bermain air di kubangan jalan ini menjawab dengan ceria. Mereka tak ingat siapa ibu dan ayahnya. Yang ia ketahui, ibunya sudah membuangnya di Kota Serang. Al lebih ingat daripada Nyonyon. “Dibuang sama Mamah. Al orang Jakarta Timur. Dibuangnya di laut,” kata Al kepada awak media, Senin (19/2).

Al mengaku ingin bertemu ibunya, tetapi ia juga merasa kecewa. Persis, Nyonyon pun berkata demikian. Sehari-hari mereka tinggal tidak menetap tanpa orangtua. Dua bocah yang seharusnya masih berada didekapan ibu dan ayahnya, malah harus menggelandang hidup mandiri terkadang meminta belas kasih orang lain.

“Al sama Nyonyon nggak punya tempat tinggal. Tidurnya di masjid. Ada Pak Ustad suka ngasih makan,” ucap Al dengan polosnya. Mirisnya, jika sedang lapar Al dan Nyonyon sering mengambil makanan di tempat sampah, yang jelas-jelas kotor dan menjijikan. Jika memiliki uang, mereka membeli makanan di warteg.

Malam hari, dua bocah yang sama-sama mengenakan tudung di kepalanya ini, biasa tidur di masjid-masjid. Termasuk Masjid At-tsauroh dan Masjid Panancangan. Setiap hari, mereka mencari rongsokan dengan membawa karung untuk menyimpan botol plastik bekas minuman. “Nanti dijual (rongsokan-red) kemana aja,” aku Nyonyon.

Awak media mencoba bertanya pada dua bocah ini soal preman yang biasa memanfaatkan anak jalanan. Al dan Nyonyon juga ketakutan jika ada preman yang membawanya. “Nanti disuruh-suruh. Kalau Nonyon sama Al nggak ikut sama preman, ikutnya sama Pak Ustad di masjid,” terangnya.

Secara terpisah, Kepala Bidang Rehabilitasi Dinas Sosial Kota Serang Mustafa saat dihubungi awak media, Senin (19/2) mengatakan fenomena pembuangan anak memang banyak terjadi di Kota Serang. Dua bocah yang mengaku dibuang ibunya beberapa tahun lalu ini ranahnya ada di Provinsi Banten. “Karena, pembuangan anak oleh ibu dilakukan dari Jakarta ke Kota Serang. Jadi masunya antar provinsi,” tuturnya.

“Barusan kami juga menangani anak jalanan dari Lampung semoga tidak halangan,” terangnya.

Anak yang terlantar tersebut, Dinsos akan mencoba konfirmasi dengan Dinsos Provinsi. “Kami hanya memberikan rekomenadasi. Kalau anak berasal dari Kabupaten Pandeglang, kami antarkan pulang,” tuturnya.

Menurutnya, fenomena pembuangan anak banyak disebabkan berbagai faktor seperti cerai, hamil di luar nikah dan masih banyak lagi. “Anak di Panancangan, coba dikirim ke Dinsos ajah,” sarannya. (KK)