Beranda Peristiwa Nasional Sekjen PBNU: NU Kukuhkan Persaudaraan Sebangsa

Sekjen PBNU: NU Kukuhkan Persaudaraan Sebangsa

570
Sekjen PBNU: NU Kukuhkan Persaudaraan Sebangsa

JAKARTA, Pelitabanten.com – Nahdlatul Ulama menapaki usia ke-92. Di usianya yang matang tersebut, Nahdlatul Ulama bertekad akan semakin mengukuhkan semangat persaudaraan kebangsaan (ukhuwah wathoniyah) sebagai bentuk kecintaan terhadap tanah air. Hal itu disampaikan langsung oleh Sekjen PBNU HA Helmy Faishal Zaini sesaat setelah acara puncak peringatan Harlah 92 NU di Masjid Raya KHM. Hasyim Asy’ari, Jakarta Barat pada Kamis (1/2/2018)

“Sebagai organisasi sosial keagamaan, NU terus berupaya untuk salah satunya menjadi perekat hubungan kebangsaan dan ukhuwah wathoniyah. Maka semangat NU, terutama menyambut usianya yang akan satu abad ini, adalah mengembangkan apa yang disebut sebagai hubungan persaudaraan kebangsaan di tengah masyarakat yang bineka,” jelas Helmy.

Lebih lanjut, dalam konteks berbangsa dan bernegara, pria kelahiran Cirebon ini mengatakan bahwa NU masih terus berkomitmen untuk mengambangkan ajaran Islam ahlussunnah waljamaah sekaligus mengedepankan ajaran semangat cinta tanah air. “Jelas, amanat para pendiri NU, para Kiai sepuh selalu menekankan untuk mencintai tanah air. Hal itu bisa dilihat dari lirik lagu Syubbanul Wathan karya Kiai Wahab Hasbullah,” ujar Helmy.

Saat dikonfirmasi tentang peran NU dalam konteks global, Helmy mengatakan bahwa dunia sedang memandang Indonesia. Peluang Indonesia untuk dijadikan kiblat percontohan dalam mengelola kebinekaan sangat besar. “Indonesia adalah negara maju dalam hal mengelola kebinekaan. Tentu saja kita tidak bisa mengingkari bahwa NU juga sangat berperan di dalam upaya mengelola kebinekaan dan menciptakan kehidupan yang harmoni di tengah keragaman,” imbuh Helmy.

Dalam puncak acara peringatan Harlah 92 NU di Masjid KHM. Hasyim Asy’ari tersebut, hadir Rais Aam PBNU KH. Ma’ruf Amin, Ketua Umum PBNU KH. Said Aqil Siroj, Ketua Umum PKB HA. Muhaimin Iskandar, Menteri Kelautan Susi Pudjiastuti, Menag Lukman Hakim Saifuddin, Gubernur DKI Jakarta Anies Baseedan, Saifuddin dan sejumlah pejabat negara dan tokoh, baik dari dalam dan luar negeri. Pada acara tersebut juga dilaksanakan pemotongan 92 tumpeng dari nahdliyin sebagai bentuk rasa syukur atas hari lahir ormas keagamaan terbesar tersebut.