Beranda Peristiwa Kabupaten Tangerang DPK KNPI Legok Gelar Penggalangan Dana dan Istighotsah untuk Palestina

DPK KNPI Legok Gelar Penggalangan Dana dan Istighotsah untuk Palestina

597
DPK KNPI Legok Gelar Penggalangan Dana dan Istighotsah untuk Palestina
DPK KNPI Legok, MUI, aparatur pemerintah Kecamatan Legok bersama masyarakat menggelar acara Penggalangan Dana untuk Palestina, Istighosah Kebangsaan, Silaturahmi Lintas Tokoh, dengan tema ‘Masyarakat Legok Tidak Lupa Palestina’, bertempat di Masjid Al-Muhajirin, Desa Caringin, Alun-alun Legok, Kabupaten Tangerang. Kamis (25/1/2018)

TANGERANG, Pelitabanten.com – Tragedi kemanusiaan yang terjadi di negeri Palestina, menyisakan luka yang mendalam bagi warga Indonesia, terutama bagi masyarakat Kecamatan Legok, Kabupaten Tangerang. Masyarakat Legok menggelar acara Penggalangan Dana untuk Palestina, Istighosah Kebangsaan, Silaturahmi Lintas Tokoh, dengan tema ‘Masyarakat Legok Tidak Lupa Palestina’, bertempat di Masjid Al-Muhajirin, Desa Caringin, Alun-alun Legok, Kabupaten Tangerang. Kamis (25/1/2018)

Kegiatan peduli terhadap negeri Palestina ini diselenggarakan oleh Dewan Pengurus Kecamatan (DPK) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Legok, aparatur Kecamatan Legok, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Legok , Muspika Kecamatan Legok, Karang Taruna, GP Ansor, Pokdar Kamtibmas, pelajar Legok dan seluruh OKP di Kecamatan Legok.

“Dalam rangka memperkuat persatuan antar tokoh pemuda dan masyarakat Kecamatan Legok sekaligus doa bersama dan penggalangan dana kemanusiaan untuk Palestina,” ujar alhujaefi , Ketua KNPI Legok

Lebih lanjut, ia juga mengatakan kegiatan ‘Masyarakat Legok Tidak Lupa Palestina’ ini sebagai bukti bahwa eksistensi masyarakat Indonesia memang peduli terhadap Palestina.

“Acara ini bertujuan memperkuata tali silaturahmi dan persatuan antar tokoh kepemudaan dan organisasi di Legok, sekaligus mengajak masyarakat agar masyrakat tidak latah media sosial, salah satunya mengenai keadaan saudara kita di palestina. Yang seolah-olah kini masyarakat sepi dan mulai lupa dengan keadaan mereka, karena sepinya pemberitaan di media sosial,” ucapnya