Beranda Travel Kuliner Galeri Angkringan Antique Marga Rimba dari Nasi Kucing hingga Benda Seni

Galeri Angkringan Antique Marga Rimba dari Nasi Kucing hingga Benda Seni

742
Galeri Angkringan Antique Marga Rimba dari Nasi Kucing hingga Benda Seni

KOTA TANGERANG, Pelitabanten.com -Angkringan Sego Kucing, sesuatu yang sudah tidak asing lagi dan bisa ditemui hingga ke sudut perkampungan di ibukota terutama di kalangan pecinta kuliner khas Solo ini.

Warung yang menyediakan menu masakan sederhana dengan harga yang kelewat murah ini banyak diminati karena selain rasanya enak di lidah juga tidak menguras isi kantong.

Salah satu warung angkringan yang ada bernama Galeri Angkringan Antique Marga Rimba, mungkkin terdengar sedikit aneh, ada angkringan kok memakai nama galeri.

Ternyata itu merupakan jurus jitu Suyoko atau biasa disapa Yoko untuk memancing pengunjung datang ke warungnya, yang berlokasi di depang Gang Katuk, Jalan HR Rasuna Said, Kelurahan Kunciran Jaya, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang, ini .

Selain menyediakan menu masakan sederhana yang dibuat berdasarkan resep keluarganya, juga menyajikan beberapa karya seni dan furniture antik yang dibuat oleh pemiliknya seperti topeng, mangkok, tempat buah , kap lampu dan masih banyak lagi yang dibuat dari sisa limbah kayu..

Pria kelahiran Ngawi, Jawa Timur ini, rupanya selain dikenal sebagai seorang jurnalis, juga seorang seniman yang menyukai dunia masak memasak.

Galeri Angkringan Antique Marga Rimba dari Nasi Kucing hingga Benda Seni

“Sejak masih kecil saya sudah berkecimpung di dunia seni seperti melukis, mematung dan membuat relief taman,” kata Yoko yang sejak lama berupaya mewujudkan niatannya membuka warung angkringan yang dipadukan dengan galeri seni dan furniture antique di lokasinya berdagang.

Baca juga :  Proses Penindakan Cepat dan Tepat, Kalong Wewe Gakumda Ajukan Penjual Miras ke Pengadilan

Menurut bapak satu anak ini, konsep angkringannya itu sengaja dibuat untuk menarik pengunjung datang dan betah untuk berlama lama ke warungnya serta memanjakan mereka dengan sejumlah karya seni miliknya.

“Saya bersyukur kehadiran kami di tempat ini banyak mendapat sambutan yang postif ini ditandai dengan banyaknya pengunjung yang datang dan mereka umumnya mengaku senang dan puas

setelah menikmati hidangan menu khas Solo yang merakyat sambil melihat koleksi benda seni di sini”, ujar pria kelahiran 6 Juni 1982 ini.

Angkringan ini menyediakan sejumlah menu masakan, yang menjadi menu favorit adalah nasi bakar yang mempunyai beberapa varian seperti Nasi Bakar Jamur, Nasi Bakar Ayam Pedas,

Nasi Bakar Teri Kemangi Pedas, Nasi Bakar Tuna Lada Hitam dan Nasi Bakar Ayam Lada Hitam, yang banderol dengan harga antara Rp 3 Ribu hingga Rp 10 Ribu. Untuk itu, ia juga menerima pemesanan sekala besar.

Selain itu menu pelengkap lainnya adalah Ketan Susu, Sate Kikil, Sate Usus, Sate Telor dan Bacem Tahu Tempe dan lain-lain.

Sedangkan untuk minumannya angkringan ini menyajikan Wedang Jahe, Susu Jahe,  Wedang Sereh, Teh Teler dan masih banyak lagi dengan kisaran harga antara Rp 2 Ribu hingga Rp 5 Ribu saja.

Baca juga :  Dua Perampok Spesial Pembobol Brangkas Ditembak Mati Tim Vipers Polres Tangerang Selatan

Menu Angkringan dan Koleksi Kerajinan Diminati Warga Asing

Karya Seni miliknya ternyata menarik perhatian berbagai kalangan selain warga lokal juga datang dari mancanegara seperti Korea, Amerika dan Kanada.

Mereka memesan beberapa karya seni diantaranya seperti topeng dan furniture antik, ini diantaranya terbuat dari kayu trembesi, mahoni, jati dan berbagai jenis kayu lainnya dan barang seni itu kini telah berpindah tangan dan menjadi koleksi dan menghiasi kediaman sang kolektor.

Galeri Angkringan Antique Marga Rimba dari Nasi Kucing hingga Benda Seni

Lucunya semula mereka datang bukan untuk menikmati masakan di angkringan, tetapi justeru  tertarik untuk membeli barang kerajinan di galeri, namun pada saat menunggu waktu itulah mereka mencoba menikmati hidangan di angkringan tersebut, ternyata sang kolektor mengaku cocok dengan masakan yang disediakan angkringan.

“Rupanya menu di sini tidak Cuma diminati oleh warga lokal ternyata turis mancanegara juga pernah makan di sini, mereka mengaku cocok masakan di angkringan ini dengan lidah mereka,mereka menyukainya karena dibuat dengan menggunakan bahan rempah tradisional asli Indonesia dan harganya murah sekali”, ucap suami dari Maria Ulfah ini.

Makanya tak heran bila hendak memesan barang kerajinan di galeri, mereka selalu memesan terlebih dahulu agar disediakan masakan yang ada bila mereka tiba di angkringan yang buka mulai pukul 17.00 hingga pukul 12.00 malam ini.

Baca juga :  Pengenalan Kampus Mahasiswa Baru Unika Atma Jaya di BSD City Utamakan Nilai Kebangsaan